CHAPTER #43 EMPAT PULUH TIGA Nio tiba dibandara. Begitu sampai di gerbang keluar kedatangan dalam negeri, Rostina dan Hans sudah berdiri di samping pagar pembatas. Nio buru-buru keluar dan berlari menuju mereka. Nio meraih Hans dan memangkunya, kemudian Nio menoleh dan mencium pipi Rostina. Rostina kemudian melingkarkan tangannya kepinggang Nio, sementara Hans tertawa-tawa di gendongan Nio. Dudung dan Narti berjalan dibelakang mereka membawa barang-barang bawaan Nio. “Gimana, mas Nio. Tidak ada keluhan apa-apa lagi?” Tanya Rostina. “Sudah nggak ada, Ros. Hanya tinggal capek dan rindu saja, sih.” “Ahh, itu lagi. Meskipun iya.” Jawab Rostina semakin mempererat pegangan tangannya di pinggang Nio.

