Bunyi klakson terdengar memekakan telinga saat aku menyadari tangan kekar Mas Aryan memeluk erat tubuhku. Degup jantung suamiku bisa kurasakan dengan jelas saat ini. Mungkinkah dia khawatir padaku? Ah, aku rasa tidak. Rasanya … dia cuma takut kena marah kedua orang tuanya kalau sampai ketahuan tak menjaga dengan baik istri pilihan papanya ini. "Woy, Mas, punya istri dijaga, dong! Pengen jadi duda lu, kalau istri ketabrak mobil?" ketus seorang pria paruh baya yang bagian depan mobilnya hanya berjarak sekitar 30 sentimeter dari tempatku berdiri. "I-iya, Pak. Maaf, ya." Mas Aryan tergagap seraya mengangguk santun pada pria botak yang kepalanya menyembul saat kaca pintu mobilnya terbuka. Mas Aryan segera menarik diriku yang sedari tadi kehilangan semangat. "Kamu mau mati?" tanya suamiku de

