Untuk beberapa saat, aku terjebak dalam suasana kaku. Begitu juga dengan suamiku yang terlihat begitu salah tingkah dengan kehadiran si cantik berbadan nyentrik yang entah ingin membeli apa di apotek ini. Mela tampak santai menanggapi raut wajah tegang yang hampir bisa dipastikan tergambar jelas di wajahku. "Mas, kamu apa kabar?" Mela mengalihkan pandangan pada suamiku yang masih saja terlihat kikuk semenjak kedatangan mantan sahabatku yang juga merupakan wanita yang sempat begitu dipuja olehnya. Sempat dipuja? Apakah sekarang Mas Aryan telah berhenti mengagumi dan mencintai gadis itu? Rasanya … tidak semudah itu dia bisa melupakan rasa cintanya. Sejurus kemudian, tampak gadis cantik itu mengulas senyum manis pada mantan kekasih yang hampir tiga bulan ini resmi menjadi suamiku. Entahla

