Setelah mendapatkan restu dari sang Papa, Panji akhirnya tiba di rumah setelah melakukan perjalanan yang cukup panjang, Panji langsung berbaring di ranjangnya dengan melihat langit-langit kamarnya yang begitu tak estetik. Karena rumah ini cukup sederhana. Tak lama kemudian, Tora keluar dari lemari Panji. Panji terkejut dan memegang dadanya. Panji menautkan alis dan membulatkan mata ketika menyadari bahwa Tora tahu tempat persembunyiannya. Panji bangkit dari pembaringannya dan menghampiri Tora yang saat ini kebingungan, siapa pun yang melihat ruangan rahasia itu pasti akan terkejut, ruangan rahasia yang pintunya adalah dalam lemari. Tora syok, membuat Panji mengelus puncak kepalanya. “Lo apaan sih, apa yang lo lakuin di kamar gua?” tanya Panji menatap kesal ke arah Tora. “Gua gak salah

