Kelana melangkahkan kakinya masuk ke dapur, ia melihat Fauziah yang saat ini tengah melamun dan memikirkan banyak hal. Kelana menautkan alis, sementara dua kantong besar berisi dessert miliknya masih berada di atas meja panjang. Dua pegawai lainnya menatap Kelana yang Kelana tak tahu apa maksudnya. "Mbak, ada apa?" tanya Kelana duduk di hadapan Fauziah. "Mbak nggak apa-apa dek," jawab Fauziah. "Terus kenapa dessertnya masih di sini?" Fauziah menoleh melihat dua pegawainya yang terlihat diam dan tidak tahu tahu harus berkata apa. Mereka juga menunggu ia menjawab pertanyaan Kelana. "Sebenarnya ada sedikit masalah, Dek," jawab Fauziah dengan helaan napas halus. "Masalah apa, Mbak?" "Sepertinya ada orang iseng yang memesan dessert 100 pcs ini dan Mbak percaya begitu saja. Katanya orang

