Beberapa bulan kemudian. Kelana menundukkan kepala ketika ia dan Fuad saat ini berada di satu meja untuk makan siang, Kelana tidak lagi menolak permintaan Fuad untuk makan siang bersama, jadi Kelana menyetujui karena ada juga yang ingin ia bicarakan. Kelana tidak mau memberikan harapan kepada Fuad. Kelana menunduk dan tidak tahu harus memulai pembicaraan darimana. Kelana lalu mendongak menatap wajahnya dan melihat Fuad yang saat ini menyiapkan makanan untuknya, karena Fuad tahu kalau Kelana tidak suka kacang. Fuad menatap Kelana dan berkata, “Ada apa, Lan? Bicarakan saja apa yang ingin kamu bicarakan.” Fuad seolah mengetahui apa yang akan dia lakukan. Ia memang harus bicara agar tak terus menerus membuat Fuad berharap kepadanya. “Atau kamu tak usah bicara, aku sudah tahu apa yang akan

