Setelah selesai salat dzuhur, Kelana keluar dari mushola kantor, ketika hendak melangkah meninggalkan mushola, Kelana tertegun melihat Panji yang saat ini sedang shalat, sepertinya Panji sedikit terlambat karena terlihat baru shalat ketika sebagian orang sudah selesai. Kelana tersenyum simpul, ia senang melihat Panji yang saat ini mulai memperhatikan agamanya dengan baik. Kelana tidak merasa dirinya yang merubah Panji, ia hanya mengajarkan Panji beberapa hal, yang ternyata Panji memegang semua itu. Dengan senyum di wajahnya, Kelana lalu melangkah pergi meninggalkan mushola. Ketika hendak masuk lift, Kelana dikejutkan dengan Iza yang memegang pundaknya saat ini, Kelana menoleh dan menggelengkan kepala, karena Iza mengejutkannya. Iza lalu menarik Kelana menuju kantin, Kelana menggeleng

