Setelah mandi, Kelana menghampiri suaminya duduk di sebelahnya dan tersenyum. Kelana tengah memberi senyuman paling cantiknya pada suaminya. "Abang nggak marah, 'kan?" Adnan menggelengkan kepala. "Abang gak marah, kok." Adnan tersenyum dan menggelengkan kepala. "Maafin Lana ya, Bang." Kelana menatap wajah suaminya. "Gak apa-apa, Dek." "Lana udah terkesan gak dengerin Abang." "Apanya yang terkesan seperti itu? Abang gak apa-apa loh, Dek." "Pokoknya Lana minta maaf, Lana bakal jadi istri pembangkang untuk seterusnya." Adnan tersenyum dan menggelengkan kepala. "Jangan ngomong gitu, kamu bukan pembangkang kok," geleng Adnan. "Kamu kan kerja. Memangnya orang kerja itu pembangkang?" "Lana kerja disaat Bang Adnan lagi sakit." "Gak apa-apa, Lana. Abang gak apa-apa kok, di sini ada Bang

