“Kamu mau minta cerai ratusan kali, saya tetap tak mau. Silakan jika kamu mau guggat saya di pengadilan agama, tapi jangan menyesal dikemudian hari,” ucap Reyhan sebelum dia meninggalkan Karina seorang diri. Entah pergi ke mana, yang jelas Karina hanya bisa menghela napas panjang, akhirnya dia bisa bebas menguggat Reyhan kapan saja. Merasa dirinya sudah dibebaskan, Karina pun ke luar dari apartemen itu dengan leluasa, ke mana lagi selain pulang dengan perasaan lega. Sesampainya di rumah, Karina tak langsung tidur. Dia terus mual, bolak-balik kamar mandi tak ada hentinya, walaupun sudah larut malam. “Hoeek ... aduh, kenapa mual terus, emang semua wanita hamil kayak gini? Pusing banget.” Pandangannya mendadak gelap, keleyengan ke sana dan kemari. Akhirnya Karina ambruk menjatuhkan diri

