Dua Minggu telah berlalu, setiap hari Karina mendapatkan hadiah yang tak terhingga banyaknya, sempat marah karena ini sama saja pemborosan, tetapi Reyhan yang bersikeras untuk tetap mengirimkannya hadiah. Seperti pagi ini, hari Senin adalah hari di mana semua orang menjalankan semua aktivitasnya, entah itu sekolah, kerja ataupun pekerja yang lainnya. “Kurir ... paket Mbak.” Suara itu lagi dan lagi terdengar di luar rumah, membuat Karina geleng-geleng dengan semua ini, pasti ulah dia lagi. “Iya, Mas. Dari Pak Reyhan lagi, ya?” tanya Karina. “Wah, sebentar saya cek dulu.” “Bukan Mbak, tidak ada nama pengirimnya. Ini paket nya dan silakan tanda tangan,” titah kurir itu. Karina pun tidak langsung tanda tangan, bisa saja ini dari orang jahat yang akan meneror nya lagi seperti waktu itu,

