Bagian 24

1088 Kata

“Iya, harus makan dong nanti di jalan kelaparan bisa gawat,” ucap Karina menahan tawanya. Reyhan melirik ke kanan dan ke kiri sebelum mencicipi makanan itu, awalnya ingin muntah tetapi lama-kelamaan jadi doyan dan sangat suka, walaupun bau sekali tak menghilangkan rasa nikmatnya. Melihat Reyhan yang mulai terbiasa dengan makanan itu, tentu membuat Karina yakin bahwa Reyhan sebenarnya bukanlah orang jahat seperti yang dia pikir sebelumnya. “Hmm, kenapa enak sekali. Baru pertama kalinya makan seperti ini, enak dan gurih.” “Ha ha, Bapak ga papa, kan, kalau setelah ini mulutnya jadi bau?” “Hmm, asalkan kamu tetap mau walaupun nanti saya cium.” Karina memanyunkan bibirnya, lagi-lagi dia yang akan kena getahnya, biarlah asalkan Reyhan bahagia dan merasa nyaman. Setelah selesai makan, Reyh

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN