Bagian 23

1050 Kata

“Bapak serius pilih aku?” Adinda sudah mengepalkan tangannya, hampir saja dia akan mendorong tubuh Karina ke danau, tetapi Reyhan lebih dulu memeluk tubuh Karina yang hampir terjengkang. “Awww, sakit!” pekik Karina. “Kamu ga papa? Untung saja saya tepat waktu mencegahnya berbuat seperti itu, sungguh keterlaluan kamu, Adinda!” “Kamu jahat Mas! Kamu Karina, lebih buruk dibandingkan jalang!” teriak Adinda untuk terakhir kalinya, sebelum melenggang meninggalkan Reyhan dan Karina. Reyhan menahan emosinya, berusaha untuk tetap tenang agar tak emosi lalu berakibat fatal, bisa-bisa habis Adinda olehnya. “Pak ... kenapa nggak dikejar? Gimana kalau terjadi apa-apa sama Mbak Adinda.” “Ngapain juga saya harus kejar dia, toh dia sendiri yang pergi,” cetus Reyhan terlihat santai. “Bukannya Bapak

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN