Hari sudah mulai malam, Karina belum berani mengatakan semua niat baik Zaki kepada kedua orang tuanya, menunggu mereka datang saja. Karina sendiri belum tahu harus menjawab apa nantinya, masalahnya dengan Reyhan saja belum selesai, mana mungkin tega dia langsung memutuskan suatu keputusan sendiri. “Neng, sebenarnya kamu lagi nunggu siapa? Hujan loh, ayo, masuk ke dalam,” tanya ibunya. “Neng lagi nunggu orang, Bu. Ibu sama Ayah jangan dulu tidur, ya.” “Iya Ibu sudah kasih tahu ayahmu, tapi sebenarnya nunggu siapa?” Tak lama dari itu, terdengar suara mobil yang sudah terparkir di halaman depan rumah Karina, walaupun hujan cukup deras, tidak mematahkan semangat seorang Zaki dan keluarganya. “Loh, Neng. Itu bukannya Nak Zaki? Sama siapa kok banyakan?” tanya ibunya sampai terkejut melihat

