“Kamu jawab saya dengan jujur, kamu kenapa mual seperti tadi? Muntah pun tidak ada tuh yang ke luar selain air, hmm? Jawab?” Karina masih mencari-cari alasan untuk tidak jujur pada Reyhan apa yang sebenarnya terjadi, jangan sampai kehamilannya terbongkar oleh siapapun selain dirinya dengan Monic. “Aku sakit, kamu jangan ikut campur apapun urusan aku, mendingan kamu pergi dari sini sebelum aku usir kamu dengan kasar, Pak!” “Silakan jika kamu mau usir saya, tapi kamu perlu tahu, wanita seperti kamu, banyak! Dengan mudahnya mengobral janji, mengatakan tidak akan meninggalkan apapun yang terjadi, mana? Buktinya mana, Karina? Saya kecelakaan pun kamu tidak ada di samping saya, untuk sekadar khawatir pun tidak. Itu yang namanya suami-istri?” Karina menatap Reyhan dengan malas, tetapi hatinya

