Reyhan semakin mendekat membuat Aulia terpentok tembok, tak bisa menghindar lagi dari kukungan Reyhan saat ini, dengan aroma yang terus membuatnya mual. “Jauhin nggak jengkol nya! Ih, awas Reyhan!” “Ha ha, masih tidak suka juga dengan makanan seenak ini, Aul?” “Aku nggak suka bau nya, mual banget.” “Iya memang kamu benar, bau dari si jengkol ini eneuk banget, tapi ... rasanya ehemmm enak.” “Reyhan gila!” teriak Aulia langsung mendorong tubuh Reyhan, berhasil ke luar dari kukungan laki-laki itu, yang sengaja membuatnya mual. Aulia benar-benar tak habis pikir dengan sahabatnya itu, dari dulu belum pernah sebucin sekarang, entah siapa wanita yang berhasil membuatnya seperti ini, Aulia hanya bisa mendoakan yang terbaik. Dari awal pun Aulia tidak mau memasak jengkol, tetapi Reyhan yang t

