“Malam ini, aku nggak akan bisa tidur nyenyak,” ucap Aulia. “Kenapa? Insomnia kah?” tanya Reyhan yang masih menatap laptopnya. “Karena kamu lah, kamu yang buat aku makan sampai nambah tujuh piring! Emang kamu pikir setelah itu aku akan baik-baik aja, Rey?!” Reyhan menutup laptopnya, lalu menghampiri Aulia yang saat ini mengerenyitkan kedua alisnya, terlihat lebih seram. “Jangan begitu alismu, serem. Ya, supaya kamu terbiasa makan jengkol, gimana? Enak, kan? Enak dong pastinya, kalau tidak enak mana mungkin kamu nambah terus nasi nya,” cecar Reyhan. Aulia menonjok pelan punggung Reyhan sembari terkekeh, “Awas aja kamu, Rey. Aku akan balas,” ucap Aulia. “Silakan saja jika kamu bisa, saya tunggu pembalasan itu, sudah ... kamu tidur sana, biar saya pulang ke hotel malam ini dan ....” “J

