Bagian 42

1030 Kata

Setelah benar-benar mendarat di Indonesia, keduanya terus bersama sudah seperti pasangan suami istri. Tentu saja diperhatikan orang banyak membuat Adinda risih, terlebih lagi dengan Zaki baru pertama kali berkenalan sebelumnya tetapi langsung nempel begitu saja. “Anda nggak punya pekerjaan lain apa selain nempel terus sama saya?” tanya Adinda. “Ya, saya banyak sekali pekerjaan, Nona. Hanya saja saya terlalu lama di Turki, jadi agak risih dengan suasana di Indonesia.” “Ya terus apa kaitannya dengan nempel-nempel Bambang?” Adinda mendelik tajam. “Nama saya Zaki, bukan Bambang. Hmm, saya pernah, sih, dengar nama Bambang ... ah tapi itu nama tetangga di Bandung, Nona.” “Apaan, sih, nggak jelas banget, jadi mau ke mana? Mau langsung saya antar ke mall, atau terus ngintilin saya seperti ini

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN