Banyak sekali keraguan dan penyesalan di dalam kehidupan Adinda semenjak dirinya dimadu oleh Reyhan. Sesakit apapun itu, Adinda akan tetap mencintai Reyhan seumur hidupnya. “Mas, aku cuma mau bilang sesuatu aja kok sama Karina, janji nggak akan lama.” Tubuh kekar Reyhan didorong sekuat tenaga sampai Adinda berhasil menerobos masuk ke dalam kamar tanpa berpikir panjang, di saat dirinya sudah masuk dan melihat Karina yang belum pakai pakaian sehelai benang pun, membuatnya menutup mulut dengan kedua tangannya. “Mbak, kok Mbak bisa masuk?” Reyhan dengan cepat menyeret Adinda secara paksa, sampai di luar kamar pun Reyhan berhasil menampar pipi mulus istrinya. “Awssh, sakit, Mas.” “Itu hukuman untuk kamu yang tidak sopan! Saya bilang pergi, ya, pergi! Mau saya tampar lagi hah?!” Benar-ben

