“Untuk apapun itu bukan urusan kamu, awas! Aku mau pakai jilbab di kamar,” cetus Adinda dengan sengaja menyenggol lengan Karina dengan kasar. Pelayan yang tidak kuat melihat perlakuan kasar itu pun langsung mengirimkan sebuah pesan pada Reyhan. “Kamu sedang apa? Lanjutkan pekerjaan kamu, lain kali jangan ikut campur urusan Mbak Adinda, ya, demi keselamatan kamu juga, saya permisi,” pamit Karina pada pelayan itu. Walaupun Karina tahu, alat seperti itu bukanlah alat yang sembarangan, kenapa bisa Adinda wanita shalihah menyimpan benda itu. Bahkan bertepatan dengan kejadian semalam, Karina semakin penasaran. “Kenapa juga aku harus mikir keras akan hal itu, biarkan saja itu hak Mbak Adinda.” Di dalam kamar, Karina seperti biasa selalu ingin merapikan kamar seorang diri tanpa pelayan. Bahka

