Reyhan Anugrah Satria Dirgantara, seorang laki-laki lemah lembut yang sudah berubah menjadi laki-laki modian, terkadang bisa bersikap baik, dan terkadang pun dia bisa kembali emosional pada siapapun. Kini, dia tengah duduk bersebelahan dengan Adinda di kamar tamu yang ukurannya tidak seluas kamar Karina saat ini, keduanya pun bingung harus mulai dari mana malam ini. Jujur saja sekadar berciuman pun rasanya sulit untuk mereka berdua, sudah saling canggung satu sama lainnya. Merasa deg-degan sama seperti malam pertama pengantin dulu, Reyhan pun tidak memulai apapun selepas salat isya tadi, Adinda pun malu jika harus menggoda terlebih dahulu. “Mas ... aku bisa itu.” “Bisa apa? Kalau kamu sudah mengantuk, silakan bisa tidur duluan.” Bukan itu jawaban yang Adinda tunggu, lagi dan lagi har

