“Kamu tidak harus tahu, memang ini masalah sepele, tetapi tetap saja jika dibiarkan bisa melebar,” jawab Reyhan yang masih nyaman bersandar di pundak Aulia. “Kalau memang masalahnya sepele, terus kenapa harus ribut, Rey? Aku nggak mau lihat kamu kayak gini, dia lagi hamil anak kamu loh, jangan disia-siakan,” ucap Aulia. “Bukan saya yang salah, dia yang salah.” “Mau siapapun yang salah, kamu sebagai laki-laki, jangan seperti ini, buktikan dong kalau kamu itu suami yang baik, Rey.” Reyhan tidak lagi bersandar di pundak Aulia melainkan tiduran di pangkuan Aulia dengan cara kekanak-kanakannya itu. “Malas, biarkan saja dia, sudah bagus kok cuma dihukum kayak gitu doang sama saya.” “Dihukum? Ayo, dong, Rey, jangan egois terus, udah sana samperin Karina, pasti sekarang dia lagi khawatir sam

