"Oh, maaf aku ganggu kalian, ya? Permisi,” ucap Karina mengelus perutnya lalu melenggang menjauh dari mereka. Tanpa berlama-lama, Reyhan pun bangkit dan mengejar Karina sampai ke lobi hotel, Aulia pun sudah ikhlas dengan semua itu, bagaimanpun dia tidak ada hak untuk Reyhan. “Karina ... tunggu saya.” Reyhan memegangi tangan Karina walaupun terus ditepis oleh Karina dengan emosi, tenaga Reyhan tetap lebih kuat darinya. “Mau apa lagi? Mau apa kamu ngejar aku? Bukannya tadi lagi bahagia sama Aulia di taman.” “Kamu salah paham, Karina. Jangan berpikir yang aneh-aneh, apa yang tadi kamu lihat tidak seperti apa yang kamu pikirkan,” ucap Reyhan. “Terus apa? Udahlah, aku juga lagi dihukum, kan, lebih baik aku ke kamar, terserah kamu mau tidur di mana malam ini, bukan hak aku untuk melarang,”

