Setelah Reyhan sampai ke lokasi yang sudah Adinda beritahu, tiba-tiba kenangan masa kecil pun teringat kembali. Melihat rumah sederhana yang dulu pernah dia singgahi. “Lah? Ini kok rumah bibi Zaenab, ya? Ngapain si Adinda ke sini.” Rasa khawatir dan penasarannya langsung mendorong Reyhan masuk ke dalam rumah itu, yang kebetulan sekali pintu terbuka dengan lebar. “Tidak ada orang kah? Kenapa pintu rumah dibuka selebar ini.” Adinda terus berteriak sekuat tenaga, meminta pertolongan pada siapapun yang akan mendengarkannya nanti. “Tolong ... tolong.” “Adinda? Di mana dia.” Reyhan terus mencari di mana sumber suara itu, tak peduli dia langsung masuk saja ke dalam tanpa permisi sama sekali, toh rumah itu terlihat sepi selain teriakan Adinda. Suara teriakan itu berhasil ditemukan di mana

