“Gimana, Mas? Kamu mau, kan?” Adinda mencoba untuk meraih tangan suaminya, Reyhan tak menghindar sama sekali, karena dia pun tahu masih berstatus suami istri dengan Adinda saat ini. “Dinda, bisa, kan, kita tunggu dulu anak kamu lahir lalu tes DNA? Jangan terlalu terburu-buru,” ucap Reyhan dengan tegas. “Mana ponsel aku, Mas? Apa kamu yang simpan?” “Iya, ada di saya. Ini ponselnya, untuk apa? Kamu masih sakit jangan dulu main ponsel.” Adinda menggeleng sambil tersenyum, menerima ponselnya dari tangan Reyhan lalu berkutat sebentar mencari sesuatu, kemudian memberikan ponselnya lagi kepada Reyhan. “Kenapa?” Reyhan terlihat kebingungan. “Coba kamu putar dua video itu, Mas, sesuai tanggal, ya, nonton videonya.” Rasa penasaran yang selalu ditahan pun akhirnya terkuak, Reyhan memutar vide

