Aulia benar-benar tidak menyangka, hal yang selama ini dia takutkan akan segera dimulai, dia pun tak ingin ikut campur urusan mereka, harus pamit pergi apapun alasannya yang jelas, Aulia tidak mau terbawa-bawa dalam urusan rumah tangga mereka. “Kenapa kamu, Mas? Katanya, udah bilang sama Karina, dan katanya ....” “Cukup, biarkan saya saja yang menjelaskan. Aulia? Kamu mau ke mana?” Reyhan malah memedulikan Aulia. “Silakan kalian bertiga lanjut aja, aku bukan siapa-siapa di sini, masuk ke kamar dulu, ya, assalamualaikum,” pamit Aulia, berjalan pun diusahakan lebih cepat. Semuanya pun mengangguk dan menjawab salam Aulia, kembali saling tatap menatap satu sama lainnya. “Kita sebaiknya masuk saja ke kamar yang kita sewa, ayo, Karina ajak Adinda masuk juga, saya duluan,” titah Reyhan. “Iy

