“Hei, jangan kamu pikir saya tidak tahu, apa alasan kamu menggoda dan agresif malam itu, pasti kamu sudah terlanjur mencintai saya, kan?” “Kalau udah tahu, kenapa harus nanya lagi, harusnya usia Bapak udah cukup untuk mengerti.” “Tapi, yang saya tanya bukan hanya itu, kamu akan meninggalkan saya, iya?” Karina menatap Reyhan dengan sinis, bisa-bisanya Reyhan lancang mempermainkan dirinya seperti boneka, sehari bilang tidak cinta, lalu keesokan harinya lagi meminta untuk jangan pergi. “Apapun keputusanku, yang jelas silakan Bapak selesaikan permasalahan rumah tangga bersama Mbak Adinda dulu, sebelum semua itu, jangan tanya apa aku akan meninggalkan Bapak, atau akan bertahan!” “Karina, saya dan dia sudah tak ada lagi ....” “Ada, Pak. Saat aku lihat photo itu, udah jelas banget di sini a

