“Maaf, anda cari siapa, ya?” “Apa benar ini perusahaan milik Dirgantara?” tanya Zaki. “Ya, benar. Tapi beliau sudah tiada, perusahaan ini sudah semakin berkembang pesat oleh Pak Reyhan, anda siapa, ya?” Satpam itu terus bertanya, sedangkan niat awal Zaki hanya untuk mengetahui siapa nama laki-laki itu, setelah tahu nama itu pun langsung pergi begitu saja. “Hei, anda siapa?” teriak satpam itu. “Saya sahabatnya Reyhan!” Zaki juga berteriak, berpura-pura menjadi sahabatnya Reyhan. Kembali mengemudikan mobilnya, mencari alamat selanjutnya. Setelah selesai misi di perusahaan tadi, Zaki pun mencari alamat rumah yang rasanya sudah tidak asing lagi. “Lah, ini kok jalannya seperti pernah ke sini deh, kapan? Ah, mungkin hanya perasaan saya saja.” Sesampainya di rumah mewah itu, Zaki benar-be

