Bermalam di hotel yang sangat mewah, membuat Reyhan bisa tertidur dengan pulas, sudah berbulan-bulan dia tinggal dan tidur di rumah sederhana milik Karina, membuatnya sangat merindukan suasana kemewahan seperti ini. “Kamu belum salat isya kok udah tidur ih! Bangun, Yang.” Namun, di saat Karina menoleh ke arah samping ranjang, dia melihat sajadah yang masih di lantai pun langsung tersenyum, ternyata dugaannya salah. “Hmm, aku udah soouzon, yang nyenyak tidurnya, ya, Yang.” Karina pun merapikan sajadah terlebih dahulu lalu ikut tidur di sampingnya Reyhan, melupakan semua pikiran buruknya terlebih dahulu. Keesokan harinya, azan subuh sudah berkumandang di ponsel Karina yang sengaja dipasang aplikasi nya, supaya tetap bisa salat dengan tepat waktu. “Yang, kok nggak ada? Perasaan aku dulu

