Bagian 78

1019 Kata

“Malam banget kalian datangnya, macet atau bagaimana, Nak?” tanya seorang wanita paruh baya. Adinda maupun Ricko pun langsung mencium punggung tangan Ibu Zaenab dengan hormat. Sebenarnya bukan karena terjebak macet ataupun apa, itu semua karena Ricko yang tiba-tiba kepengen gituan di dalam mobil. “Iya, nih, tadi agak macet, Bu. Kami tidak ganggu, kan? Ricko kangen banget sama Ibu,” sahut Ricko langsung memeluk ibu angkatnya itu. “Masya Allah, kamu ini sudah besar kok masih kayak bocah, ayo, kalian masuk dulu ke dalam, ini sudah malam sekali,” titah Ibu Zaenab. Adinda pun tersenyum sembari menjinjing tas yang ukurannya lumayan besar itu masuk ke dalam, Ricko kalau sudah bertemu dengan ibu angkatnya pasti langsung melupakan Adinda seperti itu. Di dalam kamar yang sudah dirapikan pun Adi

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN