“Mbak, dia siapa?” tanya Karina sekali lagi. Laki-laki itu pun menatap ke arah Karina dengan tajam, kedua matanya sampai melotot. Kemudian dia melirik ke arah Adinda yang saat ini tengah gelagapan. Tidak tahu harus menjawab apa, maka dari itu Adinda pun berakting untuk menutupi semua aib dan rahasianya bersama Ricko, melihat Adinda yang tiba-tiba saja meringis kesakitan, tentu membuat Ricko maupun Karina ikutan panik. “Loh, kamu kenapa hei? Kenapa perutnya?” tanya Ricko sangat panik. “Mbak? Hei? Kenapa? Perutnya sakit Mbak?” Karina jelas-jelas sangat panik. Seolah-olah mengerti dengan kode yang Adinda perlihatkan, Ricko pun langsung membawa Adinda pergi dari tempat senam itu, Karina yang tiba-tiba ditinggalkan begitu saja pun terheran-heran. “Mbak ... Mbak, kenapa kok langsung pergi?

