Adinda terdiam, tak lagi membantah semua perintah dan keputusan laki-laki itu. Seorang wanita lemah seperti Adinda, dia tahu harus bagaimana sekarang, jika bukan tunduk pada sang Tuan? Lalu bagaimana lagi. “Kamu jangan apa-apain orang tuaku! Dia nggak ada salah apapun sama kamu!” “Tenang saja Beby, selama kamu tidak melanggar aturan dari aku, orang tuamu akan aman.” “Cukup ayahanda yang kamu sakiti sampai dia meninggal dunia! Jangan ada korban lagi, Ricko!” Adinda sedikit menekan perkataannya. Ricko mendekati Adinda sampai ke ujung tembok, sehingga Adinda tak bisa menghindari tatapan maut dari laki-laki itu, tak pernah bisa lari dari semua kenyataan ini. “Jangan bahas laki-laki tua itu lagi, Adinda! Sudah cukup mereka semua membuat papiku menderita dulu.” “Papi kamu meninggal karena

