“Kok malam-malam pakai jaket, sih? Saya tetap gerah loh.” “Ya, itu, kan, kamu Yang. Aku beda lagi, nggak bisa kalau tidur kedinginan, pakai selimut aja nggak cukup,” sahut Karina. “Ada saya loh, suami kamu. Saya bisa dan mau kok dijadikan sebagai selimut bernyawa,” ucap Reyhan. “Serius emang mau?” tanya Karina sengaja menggoda. “Iya lah, asal jangan selimut tetangga saja!” cetus Reyhan. Karina pun perlahan tetapi pasti merebahkan tubuhnya di samping Reyhan, memeluk suaminya dengan penuh kehangatan malam ini. Sudah Karina duga, selalu ada maksud lain, seperti sekarang ini Reyhan tengah memainkan p****g gunung kembar milik Karina. “Sakit tahu, Yang.” “Ya sudah saya mau ....” “Hei, baca dulu deh buku yang kita beli itu, nih, nanti kamu akan tahu, Yang,” titah Karina. “Tidak mau! Mau,

