“Kamu jangan banyak tanya, habiskan tuh makanan yang tersisa, kita pulang habis ini, kasian ibu Zaenab sendiri di rumah,” titah Ricko mengalihkan pembicaraan. Tak bisa berkata-kata lagi selain diam dan menurut, Adinda pun sudah lelah dengan semua ini, hubungan terlarang sekaligus kebohongan pada keluarganya sendiri. Tidak terbayangkan sebelumnya, bagaimana jika nanti kedua orang tuanya tahu sikap dan kelakuan b***t seorang Adinda selama ini, karena yang semua orang tahu dia adalah wanita shalihah dan baik hati. Adinda mengedarkan pandangannya ke arah lain, tidak terlalu jauh dari tempat yang saat ini mereka tempati, Adinda melihat ada mereka di sebelah sana, Reyhan dan Karina. Walaupun belum sepenuhnya yakin itu mereka, tetapi Adinda sudah ketakutan sendiri, takut terjadi pertengkaran

