Bagian 82

1215 Kata

“Cukup! Kalian jangan bertengkar di sini, apa kalian tidak kasian pada aku? Ibu hamil yang ada ditengah-tengah kalian ini?” Adinda mulai dramatis di depan kedua laki-laki yang saat ini secara tidak langsung seperti sedang memperebutkannya. Merasa bangga, tetapi juga merasa risih, itu yang saat ini Adinda rasakan. “Jelaskan pada saya semuanya, Adinda! Apa benar, laki-laki ini orang yang sudah kamu pilih? Hmm? Untuk jadi ayah dari anak kamu itu? Iya?” tanya Reyhan. “Maksud kamu apa, Mas? Ini udah jelas-jelas anak kamu, bukan anak orang lain,” protes Adinda. “Masa? Toh, kamu lebih sering tidur dengannya dibandingkan saya, mana mungkin anak itu anak saya? Gimana? Masih belum mau ngaku juga? Terserah! Lanjutkan!” Reyhan merapikan kerah bajunya, lalu meludah ke tanah setelah mendorong Adind

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN