“Ahhhh, Reyhan, enak sekali, ahhh ....” Karina terus mendesah memanggil nama Reyhan. Karina mulai merasakan kejantanan milik Reyhan memenuhi area intimnya yang mungil, merasakan kedutaan yang disertai dengan gesekkan cepat hingga menggedor dinding rahim. “Emmm, ahhhh. Pelan-pelan, Karina.” Reyhan benar-benar tidak berdaya lagi dengan goyangan lincah Karina malam ini, dalam posisi bercintanya kali ini. “Karina kamu sedang hamil, jangan ahhh ... Lebih cepat.” “Kamu benar-benar nikmat, Reyhan.” Reyhan pun mulai menciumi tengkuk leher Karina sambil mendorong miliknya semakin dalam ke area intim Karina, mengabaikan jeritan manja yang saat ini begitu tersiksa karena hujaman Reyhan lebih mantap. “Ahhh, Reyhan, lebih cepat!” Karina merasakan pisang ambon itu kian membesar memenuhi lubang k

