“Lain kali kamu jangan terlalu banyak membahas dia, kamu ataupun saya harus bisa perlahan-lahan tanpa membahas perihal dia lagi.” “Loh, kenapa, sih? Yang tadi aja belum kamu jawab, sebenarnya kenapa kamu sampai benci segitunya sama Mbak Adinda, setiap orang pasti punya kesalahan dalam hidupnya, tapi apa kita sebagai manusia biasa nggak berhak memberikan maaf dan kesempatan? Kenapa, ayo, cerita,” ucap Karina. Reyhan benar-benar tak ingin membahas perihal itu lagi, jika mengingat semuanya, rasa sakit di masa lalu akan terulang kembali, luka lama pun pastinya akan kembali jika Reyhan menceritakan semuanya. “Yakin, nggak mau cerita sama aku?” “Karina, sebaiknya kamu ke luar dulu saya mau fokus menyelesaikan pekerjaan.” “Kok gitu? Aku pengen kamu jawab dulu, semuanya yang aku nggak tahu.”

