Butuh Waktu

952 Kata

Jarak itu tidak datang dengan pengumuman. Tidak ada kata “kita butuh waktu”, tidak ada pintu yang dibanting dan tidak ada pesan panjang yang menjelaskan tentang segalanya. Jarak itu hadir sebagai ketiadaan. Hari pertama setelah percakapan di galeri, Rama tidak menghubungi Aruna. Bukan karena marah, bukan juga karena ingin membuatnya menyesal. Tapi karena untuk pertama kalinya, Rama memilih dirinya sendiri dan memilih diam agar ia tidak mengatakan sesuatu yang akan ia sesali. Aruna bangun pagi dengan perasaan kosong yang berat, ia meraih ponselnya tanpa sadar. Tidak ada pesan dan tidak ada nama Rama muncul di layar. Biasanya, ketidakhadiran seperti itu akan membuatnya panik. Biasanya, ia akan mengirim pesan beruntun menanyakan, meminta, menjelaskan. Hari itu, ia tidak. Ia duduk lama d

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN