Arga kemudian pergi ke dapur untuk mencari foto yang di maksud oleh Elia tadi. Ia kemudian berjongkok di depan tempat sampah dan melihat ada kotak yang sudah rusak dan terlihat beberapa foto, terdapat banyak foto Elia mulai dari ia keluar dari apartement, pergi ke kantor,di dalam mobil,ada juga saat Elia pergi ke club bersama Sarah, serta ada foto yang membuat kening Arga berkerut. Ada foto Elia dengan sang Ibu nya, sedang berada di rak makanan ringan dan ada juga foto saat ibu nya dan Elia sedang makan bersama.
“Mengapa di foto itu ada mommy dan mommy terlihat sangat dekat dengan Elia, apakah mereka selama ini saling mengenal, agh aku rasa tidak”gumam Arga.
Arga kemudian membawa foto itu dan ingin pergi meninggalkan dapur, tapi ketika hendak berdiri kaki Arga menginjak sebuah kertas yang sudah di remas sebelum nya. Aku pun mengambil kertas itu dan membaca nya.
“Cih dasar pria b******k”ucap Arga setelah membaca surat itu.
Arga juga membawa surat dan foto tadi.
Arga kini tengah menggendong Elia yang sedang tidur ala bridal style untuk memindahkan ke kamar nya. Di apartemen Elia terdapat 2 kamar, 1 di lantai bawah bersama dengan dapur beserta ruang makan, ruang tamu, dan juga ada ruang pribadi El. Sedangkan di lantai atas khusus Elia, disana terdapat 1 kamar pribadi Elia, walk in closet yang sangat luas serta ada tempat untuk olahraga Elia yang di samping nya terdapat kolam renang pribadi. Arga memasuki kamar Elia,ketika ia masuk langsung tercium aroma yang segar yang menenangkan, dan juga di dinding apartement nya terdapat beberapa poster boyband kesukaan Elia, serta ada rak yang khusus untuk menyimpan koleksi album album dari boyband itu. Kamar Elia sangat bersih dan nyaman, kamarnya tidak begitu banyak warna karena memang Elia tidak begitu menyukai warna yang terang.
Arga menidurkan Elia dengan pelan agar tidak membangun kan nya.
“Temani aku, aku takut Vino akan mengganggu ku lagi”racau Elia dengan memegang tangan Arga, saat ia hendak pergi.
“Baiklah, aku akan menemani mu dan tidur di sofa”balas Arga.
“Tidak, aku tidak ingin kau tidur di sofa. Aku ingin kau tidur di sampingku”ucap Elia dengan mata tertutup.
“Baiklah”ucap Arga, karena sekarang Elia memeluk tangan Arga dengan kencang.
Arga tau sekarang Elia dalam kondisi tidak sadar akibat terlalu banyak minum alkohol, Arga takut saat Elia besok terbangun ia akan terkejut saat menemukan Arga tertidur di samping nya.
Sebelum ikut terbaring di samping Elia, Arga terlebih dahulu membuka baju dan celana nya. Sudah di jelaskan bukan kebiasaan Arga tidur seperti apa.
Kemudian ia tidur di samping Elia. Ia memindahkan kepala Elia agar tidur di atas lengan kekar nya dengan pelan. Setelah memastikan Elia nyaman dengan posisi nya, Arga mulai memejamkan mata dan akhirnya tertidur pulas sampai pagi.
*
POV ELIA
Aku merasa saat tidur seperti sedang di peluk oleh seseorang, aku merasa sangat nyaman sekali. Dan enggan untuk membuka mata. Tapi tiba tiba saja aku merasa sangat mual, dan ingin segera memuntahkan nya. Aku segera bangun dan menarik diri dari pelukan seseorang, sekarang aku tidak perduli siapa orang itu. Yang aku butuhkan sekarang adalah memuntahkan isi perutku. Aku berdiri dan berlari menuju closet, saat berdiri aku merasa kepalaku sangat pusing dan ber putar putar.
“Oh sial mengapa kau tidak mengontrol minum mu semalam El”ucapku sembari berlari.
Aku segera memuntahkan isi perutku saat sudah berada di depan closet.
“Huekkk. . Huekk..”
“Sial rasanya tidak enak sekali”ucapku dengan satu tangan memegang perut dan satu lagi memegang rambut.
Tiba tiba saja aku merasakan ada seseorang yang membantuku memegang rambut dan memijat pelan belakang leherku. Aku melihat Arga sedang berjongkok tanpa menggunakan baju dan hanya menggunakan boxer saja.
“Arga apa yang kau lakukan, pakai dulu celana atau baju mu”ucap ku sedikit berteriak sebelum kembali memuntahkan isi perutku.
“Oh maafkan aku El, tunggu sebentar”ucap Arga kemudian pergi dan kembali lagi hanya dengan menggunakan celana saja.
Kemudian ia kembali berjongkok seperti tadi, membantu menyingkirkan rambut yang mengahalangi wajahku dan memijat pelan belakang leherku.
“Apa sudah lebih baik El?”tanya Arga kepadaku.
“Argh sial huekk. . Huekk”aku memuntahkan nya kembali saat hendak menjawab Arga.
“Kalau begitu keluarkan semua dulu El, aku disini membantu mu”ucap Arga.
Arga menemani dan membantu ku, sampai aku merasa lebih baik. Aku merasa sangat lemas sekali, setelah mengeluarkan semua isi perutku. Ketika aku hendak terjatuh Arga memeluk ku dari belakang, kemudian mengangkat ku ala bridal style untuk kembali ke tempat tidur.
*
POV ARGA
Saat masih tertidur pulas aku merasa ada pergerakan dari orang yang tidur sebelah ku, dan tiba tiba saja Ia langsung berdiri dan berlari. Aku masih menutup mata ku, lalu membuka mata saat mendengar orang yang seperti sedang mengeluarkan isi perut nya dalam toilet. Tanpa menunggu lama aku pun bangun lalu menghampiri orang itu. Ku lihat disana Elia sedang berjongkok dengan lengan yang bertumpu pada pinggiran closet, serta tangan yang memegang rambut agar tidak terkena oleh muntahan nya sendiri. Lalu aku pun ikut berjongkok dan membantu memegang rambut nya serta tangan yang memijat pelan belakang leher Elia.
Saat memegang rambut Elia, tiba tiba saja ia terkejut dan sedikit berteriak karena melihat ku hanya mengenakan boxer saja. Akhirnya aku pun kembali ke kamar sebentar untuk mengenakan pakaian tapi hanya celana saja, kemudian kembali lagi untuk membantu Elia.
Cukup lama aku dan Elia berada di dalam toilet, ia seperti menguras habis isi dalam perut nya.
“Elia kau tidak apa?”tanyaku saat Elia tiba tiba saja ambruk lemas di pelukan ku.
Tapi ia hanya mengangguk saja, akhirnya akupun menggendong Elia untuk kembali ke kamar dan menidurkan ia di tempat tidur.
“El apa kau ingin minum air putih?”aku menawarkan minum kepada Elia, tapi ia hanya mengangguk saja. Aku pun membantu nya untuk meminum air putih, kemudian menidurkan nya kembali dengan posisi yang nyaman.
“El apa kau sudah merasa lebih baik?”tanyaku dengan duduk di samping tempat tidur Elia.
El hanya membuka mata nya sedikit dan mengangguk sebagai tanda ia sudah merasa lebih baik.
Aku tidak tega saat melihat El sangat lemas dan wajah nya berubah jadi pucat.
“Arga aku ingin bersandar saja”ucap El padaku.
Aku membantu El untuk bersandar di tempat tidur, dan membenarkan posisi selimut nya.
“Apa kau ingin makan sesuatu El?”Tanyaku.
“Aku ingin bubur Arga, tapi buatan mu”jawab El dengan sedikir tersenyum, walaupun wajah nya pucar tidak menghilangkan kecantikan dalam dirinya.
“Baiklah, kalau begitu kau tunggu disini, akan ku buatkan kau bubur di bawah”jawab ku dengan pasti, jujur saja aku tidak pandi memasak bahkan aku saja jarang sekali menyentuh dapur.
Tbc