Bab Sepuluh

1131 Kata
Ketika Elia selesai mengeringkan rambutnya setelah mandi, ia mendengar suara ponsel nya berdering, ketika ia melihat ponselnya tidak ada nama nya dan hanya nomor baru yang masuk. Elia pun segera menjawab panggilan itu. “Semoga ini bukan nomor Vino”ucap Elia dengan hati hati sebelum menjawab panggilan itu. “Halo, dengan siapakah ini”ucap Elia ketika menggeser tombol hijau di layar ponselnya. “Hi Arga, aku sedang berada di Apartement ku”sapa Elia ketika tahu bahwa yang menelfon nya adalah Arga, Elia sempat bingung mengapa Arga menelfon nya dan darimana Arga mendapakan nomor ponselku. “Tentu saja Arga, tetapi ada apa kau ingin pergi ke apartement ku dan kau mendapatkan nomorku dari mana?”tanya Elia. “Baiklah, berhati hati lah Arga”ucap Elia. Elia pun bertanya tanya pada diri sendiri, mengapa Arga ingin pergi ke apartment nya malam malam. Sembari menunggu Arga tiba, Elia ingin memasak steak dan juga salad agar bisa ia makan dengan Arga, karena Elia juga merasa sedikit lapar. Saat sedang memanggang daging tiba tiba bel apartement nya berbunyi. “Mungkin itu Arga”ucap Elia dengan sedikit mengecilkan api nya agar daging yang sedang ia panggang tidak gosong, dan kemudian berjalan menuju pintu. Ketika membuka pintu, Elia melihat Arga berdiri dengan memegang 1 buket besar bunga yang sangat cantik. “Hi Arga silahkan masuk”ucap Elia pada Arga. “Maaf Elia telah mengganggu mu, oh ya dan ini bunga untuk mu”ucap Arga dengan memberikan bunga yang ia pegang kepada Elia Mereka pun berjalan memasuki apartement. “Terimakasih Arga atas bunga cantik ini, seharusnya kau tidak perlu repot repot membeli kan ku bunga”ucap Elia “Tidak apa apa Elia, aku senang memberi mu bunga”balas Arga. “Kalau begitu bisakah kau duduk menunggu ku sebentar, karena aku sedang memasak steak”ucap ku dengan senyuman. “Bolehkah aku ikut dengan mu ke dapur Elia” “Baiklah jika kau ingin ikut aku ke dapur Arga, mari” jawab Elia dengan mengajak Arga berjalan ke dapur. Sebenarnya Elia masih bertanya tanya mengapa Arga datang ke apartementnya, dan sekarang ia ikut aku pergi ke dapur “Kau duduk di meja makan saja Arga, aku ingin menyelesaikan ini sebentar”ucap Elia dengan mengarahkan Arga agar duduk di kursi meja makan yang menjadi satu dengan dapur milik Elia. “Baiklah, kau bisa meneruskan masak mu Elia” “Panggil saja El, Arga. Agar lebih mudah”ucap El pada Arga. “Baiklah El” ** POV ARGA Dalam perjalanan menuju apartement Elia, aku melihat sebuah toko bunga yang masih buka. Tiba tiba saja aku ingin membeli kan sebuah buket bunga untuk Elia. Jadi aku berhenti sebentar di toko bunga ini. “Permisi, bisakah kau memberi 1 buket besar bunga mawar”ucap ku pada pelayan toko yang berjaga. “Baiklah. Tuan bisa menunggu nya sebentar” Setelah mendapatkan dan membayar bunga mawar, Aku kembali ke mobil dan tidak butuh waktu lama Aku sudah tiba di apartement milik Elia. Saat Elia membuka kan pintu untuk ku, aku melihat dia menggunakan hotpants dengan baju crop top yang memperlihatkan pusarnya dengan rambut di cepol ke atas, memperlihatkan leher jenjang milik Elia. “Oh s**t ia sangat sexy”gumamku dalam hati. Setelah Elia mempersilahkan ku masuk, dan aku memutuskan untuk ikut Elia ke dapur. Sekarang aku sedang duduk di kursi meja makan, sembari melihat Elia memanggang daging dan juga membuat salad. Melihat Elia dari belakang yang tengah memasak, membuat ku berpikir pikir yang tidak tidak. “Oh s**t, hentikan pikiran kotor mu Arga”ucapku dalam hati. Setelah beberapa menit menunggu, kini di hadapan Arga sudah ada steak dan juga salad. Elia masih sibuk mencari gelas dan mengambil sebotol wine “Maaf sudah menunggu lama Arga.” Ucap El, sambil menuangkan wine ke gelas milik ku. “Its okey El”kini aku berinisiatif menuangkan wine ke gelas milik Elia. “Terimakasih Arga, sekarang saatnya kita makan”ucap El padaku Elia adalah wanita idaman para pria, mandiri cantik ramah dan juga pandai memasak. “Woww masakan ku sangat lezat El”pujiku pada El, karena memang steak buatan nya sangat Lezat, mirip seperti steak buatan mommy ku. “Benarkah Arga?”ia bertanya dengan mata berbinar senang. “Benar El, pria yang akan menjadi kekasih mu pasti sangat beruntung” ucapku tanpa sadar. “Apa kau meledek ku Arga, aku bahkan tidak memiliki seorang kekasih”ucap El dengan memajukan sedikit bibirnya, lucu sekali dia ini. “Hahaaa maafkan aku El, aku tidak tahu”ucap ku dengan tertawa karena melihat ekspresi Elia yang lucu itu. Dalam hati aku bersyukur karena El tidak memiliki kekasih. Kemudian kami melanjutkan makan dengan berbincang dan juga tertawa. * Setelah selesai makan, Arga dan Elia kini berada di depan televisi. Mereka merasa sudah saling mengenal satu sama lain, dan tidak merasa canggung. Elia masih meminum wine yang ia buka tadi saat memakan steak buatan nya, ia terus menuang minuman itu kedalam gelas miliknya dan juga milik Arga. “Cukup El, kau sudah minum cukup banyak”Ucap Arga. “Tidak Arga, aku masih ingin”Ucap Elia dengan mencoba meraih botol wine yang Arga coba singkirkan. “Kau sudah mabuk El”ucap Arga, karena sekarang Elia sudah sedikit meracau tidak jelas dengan posisi kepala yang ia tenggelamkan di atas meja. Mereka memang tidak duduk di sofa melainkan mereka duduk di lantai beralaskan karpet bulu yang sangat lembut. Elia tidak menanggapai perkataan Arga, ia masih diam tanpa kata. Arga memandangi Elia dari samping, meski ia tidak dapat melihat wajah cantik nya itu. Dari samping ia melihat tangan telanjang Elia dan juga rambut berantakan Elia yang menambah kesan sexy. “Seperti nya aku menyukai mu El, walaupun kita baru saja saling mengenal”ucap Arga dengan memegang lembut kepala El. “Vino mengapa kau muncul di kehidupan ku lagi”Racau Elia tiba tiba dengan suara yang hampir tidak terdengar. “Mengapa kau mengikuti ku, kau tau aku sangat membenci mu” “Aku juga takut kepada mu” “El takut dia mengganggu ku lagi mom”ucap Elia dengan meneteskan air mata. Arga hanya mendengarkan racauan Elia, dengan menenangkan Elia dalam pelukan kan nya. “Tenanglah El, kau bisa menceritakan nya padaku apa yang terjadi”ucap Arga. “b******k, dia mengirim ku sebuah kotak dan di dalam nya ada foto foto ku, dia mengikuti ku”ucap Elia dengan memukul d**a bidang Arga. “Aku takut”kini Elia menenggelamlan wajahnya pada d**a bidang Arga dan menangis. “Dimana foto foto itu El, boleh aku melihatnya”tanya Arga. “Aku sudah membuang nya”ucap Elia dengan menunjuk ke arah dapur. Setelah itu Elia tak sadar diri, mungkin dia sudah tidak bisa menahan lagi akibat terlalu banyak minum. Arga kemudian mengangkat Elia untuk di tidurkan di sofa terlebih dahulu sebelum ia pindahkan ke kamar, Arga ingin melihat foto yang di maksud oleh Elia tadi. Tbc
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN