Bab Delapan Belas

1062 Kata
“Tolooong Vino, hen tikann” ucap Eleankr dengan lirih karena sudah tidak berdaya lagi. “Aku tidak akan berhenti El, sampai kau ingin bersama ku lagi” Vino kembali mencekik Elia dengan kuat, dan menariknya agar berdiri. “Jhaamess,tholongg aku” ucap Elia dengan berusaha melepaskan cengkraman tangan Vino di lehernya, tapi apa daya Elia kalah dengan kekuatan Vino. “Brukkkkk” suara Elia terjatuh ke lantai,akibat kehabisan nafas dan mengakibatkan nya pingsan. * Arga kini tengah di sibukkan dengan meeting yang sedang berjalan, dan mengabaikan panggilan masuk di ponselnya. James yang mencoba menghubungi Tuan nya itu tapi tak kunjung di jawab. James ingin memberitahukan tentang kondisi Elia saat ini, James tidak jadi berangkat keluar negeri karena Arga menyuruh nya untuk memantau Elia, Arga berjaga jaga agar pria yang bernama Vino tidak melukai Elia lagi. Dan tebakan Arga pun benar, bahwa Vino kembali melukai Elia hingga menyebabkan wanita itu pingsan, dengan luka di sekitar wajahnya akibat tamparan Vino, dan juga memar di sekitar leher Elia sehingga ia pingsan dan dilarikan ke rumah sakit oleh James. “s**t, mengapa James menghubungi ku terus, apa terjadi sesuatu hal disana” gumam Arga dalam hati, ia melirik ponselnya ketika James terus terusan menghubunginya ketika rapat sedang berlangsung, ia ingin menjawab panggilan itu, tapi ia urungkan karena takut menganggu jalan nya meeting kali ini. “Apa anda baik baik saja Mr.Arga?” Tanya Jessie yang duduk di sebelah Arga, ia melihat atasan itu terlihat sedikit gusar. Ketika Jessie menanyakan hal itu pada Arga, saat itu ada pesan masuk dari James yang memberitahukan bahwa Elia pingsan dan di bawa kerumah sakit. “Sial apa yang telah terjadi pada Elia” umpat Arga dalam hati. “Jessie hentikan rapat ini dan kita kembali ke kantor pusat sekarang.” Ucap Arga dengan marah, dan berdiri meninggalkan meeting yang sedang berlangsung. Orang orang yang berada di dalam ruangan itu pun terlihat bingung saat Arga menghentikan meeting secara tiba tiba, namun Jessie membuat alasan ada hal yang sangat penting yang harus di hadiri oleh Arga di kantor pusat, sebenarnya Jessie sendiri juga belum mengetahui apa yang terlah terjadi sehingga Arga menyudahi meeting ini secara tiba tiba dan ingin kembali ke kantor pusat. Baru kali ini Jessie melihat Arga seperti ini, terlihat marah bahkan sampai meninggalkan meeting. “Mr.Arga apa yang telah terjadi?” Jessi baru berani bertanya ketika mereka dalam perjalanan menuju bandara untuk kembali ke kantor pusat, setelah amarah Arga sudah sedikit mereda. “Elia pingsan dan masuk rumah sakit, argh sial dasar tidak berguna” maki Arga. “Mengapa anda terlihat sangat khawatir dan perduli dengan wanita itu Mr. Arga, apa dia lebih penting di bandikan rapat kali ini?” tanya Jessie iri dan marah. “Mengapa kau bilang hah, tutup mulut mu Jessie jika kau tidak ingin ku pecat sekarang juga” maki Arga dengan suara marah kepada Jessie. “Maafkan saya Mr. Arga” ucap Jessie dengan memalingkan wajahnya. “Sial, tunggu saja pembalasan ku Elia.” Ucap Jessie dalam hati dengan penuh amarah. “Dan bisakah kau mengendarai mobil ini dengan cepat, sialan” rasanya Arga ingin memaki siapapun yang berada di dekatnya. “Bbaiik Tuan” balas bodyguard Arga yang mengendarai mobil ini dengan ketakutan karena melihat Arga marah sangat lah mengerikan. Perasaan Arga semakin tidak tenang saat James mengirimkan foto tentang kondisi Elia yang terbaring di ranjang rumah sakit. Kini ia sedang berada di dalam jet pribadinya, sudah setengah perjalanan berlangsung. Arga selalu meluapkan amarahnya jika ada seseorang yang mengajaknya berbicara, bahkan Jessie yang selalu menggoda dan mengganggu Arga kini hanya diam karena takut terkena amukan Arga. Setelah melalui perjalanan panjang, kini Arga telah mendarat dengan aman, ia langsung menuju ke rumah sakit untuk menemui Elia. Sedangkan Jessie tersingkirkan dan di abaikan oleh Arga karena Elia, dan itu membuatnya sangat iri dan marah. Entah apa yang akan di lakukan oleh rencana licik dan busuk Jessie nanti nya, hanya tuhan dan dirinya lah yang mengetahui. “Tuan Arga selamat datang” sapa James dengan sopan, ia tengah berdiri di luar pintu ruangan yang sedang di tempati oleh Elia. “Bagaimana kondisi Elia, James?” Tanya Arga sebelum memasuki ruangan Elia. “Keadaan nya sangat buruk Tuan, seperti nya Nn. Elia sangat syok dan bangak memar di sekitar wajahnya, dia belum sadar dari pingsan nya Tuan” tutur James. “Apa kau tidak becus menjaga nya hah, aku menyuruh mu untuk menjaga bukan membuatnya masuk rumah sakit!” amarah Arga kembali memuncak setelah mendengar penuturan James. “Maafkan saya Tuan Arga, saya dan yang lain nya sedikit telat saat datang ke lokasi Nn. Elia Tuan” ucap James meminta maaf kepada Arga dengan membungkuk. “Lalu dimana pria b******k itu?!” Arga bertanya dengan nada marah. “Setelah Nn. Elia jatuh pingsan dan saya memukulnya dari belakang ia di bantu oleh bodyguardnya pergi Tuan” jawab James menjelaskan apa yang tah terjadi saat Elia pingsan. “b******k, kau dan yang lain nya selalu jaga koridor rumah sakit ini, dan periksa semua perawat dan dokter serta siapapun yang ingin mengunjungi Elia” ucap Arga kemudian memasuki ruangan yang di tempati Elia. “Baik Tuan Arga.” jawab James. Arga kini tengah duduk di samping ranjang rumah sakit Elia, ia sangat marah saat melihat kondisi Elia secara langsung. “Bangunlah El” ucap Arga dengan menggenggam tangan Elia, Arga tidak tahu perasaan apa yang tengah ia rasakan terhadap Elia, ia hanya khawatir dan perduli kepada wanita itu, ia tidak ingin jika ada yang melukai Elia. “Kau sekarang sudah aman El, maafkan aku karena tidak ada disana untuk menolong mu” ucap Arga dengan perasaan menyesal. Beberapa menit telah berlalu, Elia belum juga bangun. Arga memutuskan untuk menghubungi orangtua Elia, bagaimanapun juga orangtua Elia berhak mengetahui kondisi anak nya yang sedang berada di rumah sakit, saat Arga menghubungi orangtua Elia mereka kaget atas apa yang terjadi kepada putri mereka, terlebih penyebabnya adalah mantan kekasih putri nya sendiri, sewaktu mereka masih bersama pun Elia pernah masuk rumah sakit akibat ulah dari Vino, orangtua Elia sangat marah pada Vino. Orangtua Elia segera bergegas untuk melihat keadaan putrinya setelah Arga menghubunginya, orangtua Elia juga berpesan kepada Arga agar menjaga putri semata wayang nya itu. Arga juga menghubungi Leon, memberi tahu tentang kondisi Elia saat ini. “Tolong jangan dekati aku lagi hikss hikss” tiba tiba saja Elia terbangun dan menangis. Tolong meninggalkan jejak keceritaku, Like + Komen. Terima kasih.
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN