Bab Tujuh Belas

1277 Kata
Jam makan siang telah tiba, kini Elia dan yang lain nya sedang berkumpul di cafe seberang kantor Himawan. Mr.Adam mengajak hampir semua staff keungan untuk makan siang disini. “Apa kau sedang sakit El?” Tanya Lucy teman sekantor,yang duduk di hadapan Elia. “Ah ya Lucy, aku sedikit tidak enak badan dan cuaca diluar sedikit medung bukan, jadi aku menggunakan syal ini” ucap Elia bohong, karena tujuan menggunakan syal adalah untuk menutupi bekas kissmark yang belum hilang. “Kau bisa izin untuk pulang El” ucap Lucy pada Elia. “Tidak perlu Lucy, aku tidak ingin meninggalkan pekerjaan ku” jawab Elenaor dengan ramah. “Baiklah jika begitu kau harus makan banyak” ucap Lucy. Kemudian Elia dan yang lain nya pun menyantap menu makan siang yang ada di cafe ini dengan saling bercerita dan tertawa bersama. “Terimakasih Mr.Adam atas traktiran nya” ucap Elia kepada Mr.Adam setelah kembali lagi ke kantor. “Ini adalah bentuk apresiasi kepada team kita Elia, karena saham kita terus melonjak naik” balas Mr.Adam dengan bahagia. “Saya juga sangat senang atas prestasi itu Mr.Adam” balas Elia dengan tersenyum ramah. “Jika begitu saya akan kembali bekerja Mr.Adam” ucap Elia, karena masih ada pekerjaan yang harus ia tangani. “El, tunggu sebentar” ucap Mr.Adam tiba tiba ketika Elia hendak masuk ke dalam ruangan nya. “Ya Mr.Adam?” “Apa kau baik baik saja, kata Lucy kau sedang tidak enak badan, kau bisa pulang El jika memang sakit” ucap Mr.Adam dengan perhatian. “Ah, tidak perlu Mr.Adam, terimakasih atas perhatian anda” balas Elia dengan sopan. “Baiklah jika begitu silahkan kembali bekerja El” “Baik Mr.Adam” kemudian Elia pun masuk kembali ke ruangan nya.p Kini sudah waktu nya jam pulang kerja, Elia tengah bersiap siap untuk pulang ke apartement nya, ia merapikan kertas kertas yang berada di atas meja kerja nya serta mematikan semua barang elektronik yang ia gunakan untuk bekerja. Setelah semua nya beres, Elia mengambil tasnya dan berlalu meninggalkan ruang kerja nya. Ia tidak berpamitan dengan Mr.Adam karena beliau sudah pulang terlebih dahulu. Elia sudah berada di dalam mobilnya, ia mengendarai dengan mendengarkan dari lagu boyband kesukaan nya One Direction, serta lagu solo para anggota One Direction. Di luar sekarang sedang hujan rintik rintik, jalanan yang ia lewati basah dan sedikit licin. Elia merasa bahwa dirinya sedang di ikuti oleh seseorang dalam mobil, entah memang benar dirinya diikuti atau hanya perasaan buruknya saja, Elia melihat lihat dari kaca spion mobilnya, tapi banyak mobil di belakang nya ia tidak ingin menuduh para pengguna mobil itu. Tiba tiba saja ada pesan masuk ke ponselnya. “Baby El, berhati hatilah mengendarai mobil sayang, aku sedang mengawasimu” tulis pesan itu dari nomor tak dikenal. “Sial, pasti itu adalah nomor Vino, benar firasatku jika aku merasa sedang di ikuti oleh seseorang” Elia memukul stir merasa frustasi, dan melaju dengan menambah kecepatan nya. Elia berusaha agar cepat sampai ke apartement nya agar tidak bertemu dengan pria b******k itu. Elia merasa gerah kemudian melepas syal yang masih berada di sekitar lehernya. “Oh god, jangan biarkan aku bertemu dia” Elia berdoa dalam hati memohon agar tidak bertemu dengan Vino. Elia kini telah sampai di tempat parkir apartementnya, ia segera keluar dari mobil. Ia sedikit merasa tenang karena tidak ada lagi mobil yang mengikuti nya. Saat ia sedang berjalan dengan langkah kaki yang cepat tiba tiba di depan sana sudah ada Jacskon yang menunggu dan melihat ke arah nya dengan senyuman miring, menggunakan setelan Jas dengan kemeja yang kancing nya terbuka. “Oh god” ucap Elia terkejut apa yang dilihat di depan matanya, dengan tangan yang menutup mulutnya. “Senang bertemu dengan mu lagi Baby El” ucap Vino dengan berjalan pelan ke arah Elia. “Ku mohon Vino, tetaplah berdiri disana” Elia berbicara dengan nada gemetar ketakutan, ia jalan mundur ke belakang agar tetap jauh dari Vino. “Mengapa kau terlihat ketakutan Baby El, tenanglah aku tidak akan menyakiti orang yang ku sayang.” Vino berjalan semakin mendekati Elia. Elia yang melihat Vino semakin dekat dengan diri nya, ia lantas memutar badanya dan ingin berlari menjauh dari jangkauan Vino, tapi saat ia berbalik, ada tiga orang berbaju hitam yang menghalangi jalan nya, mereka semua adalah bodyguard Vino. “Duarrr. . . Berhenti Elia jika kau tidak ingin ku sakiti” suara tembakan yang nyaring, kemudian disusul oleh suara Vino. “Please Vino jangan sakiti aku” ucap Elia dengan ketakutan sampai terduduk di lantai saat peluru melewati samping kepala nya. “Aku tidak akan menyakiti mu jika kau patuh dan tidak mencoba kabur dariku El” ucap Vino yang kini telah berada di samping Elia, dan menarik rambut panjangnya ke belakang hingga kepala Elia menatap ke langit langit bangunan. “Awww sakit Vino” Elia merintih kesakitan, menahan tangisan nya pecah, genggaman Vino pada rambut nya sangat kuat. “Dan lihatlah ini, bekas kissmark di lehermu El, apa kau sekarang sudah menjadi w************n hahh” Vino semakin menarik rambut Elia ke belakang dengan sangat kuat saat melihat bekas kissmark yang belum hilang akibat ulah Arga. “Awww tolong lepaskan Vino, ini sangat sakit” Elia kini tidak dapat lagi menahan tangisan nya, ia merasakan bahwa ada beberapa rambut yang tercabut dari kepalanya, sangat sakit. “Aku tidak rela kau berbuhungan dengan pria selain aku, aku sudah memberi mu kebebasan kemarin, sekarang aku tidak akan membiarkan mu lagi El” ucap Vino kini menyentuh leher Elia dengan pelan, namun tiba tiba saja ia mencekik leher Elia. “To..lhong..lhee..paskan, akhhu tidhak bi.. sha bernafas Jacskon” ucap Eelanor dengan terbata bata karena sulit bernafas. Vino sudah gelap mata kepada Elia, apalagi setelah ia melihat ada bekas kissmark dileher nya. “Aku harus menghilangkan bekas kissmark yang ada lehermu ini El” ucap Vino melepaskan tangan nya dari leher Elia, kemudian berusaha untuk mencium leher wanita itu. “Aku tidak mau Vino” Elia berontak dan berusaha berdiri untuk lari dari hadapan Vino, tapi ia di tarik kemudian Vino memegang dagu nya dengan sangat kuat serta menampar Elia hingga ia tersungkur ke bawah, Vino menarik Elia kembali dan menampar pipi nya lagi serta menjambak kuat rambut Elia. “Kau dari dulu selalu melawan ku El” Vino semakin kuat menarik rambut Elia. “Vino sakittttt” ucap Elia dengan air mata yang membasahi pipinya. “Jika kau tidak ingin bersama ku, maka pria lain juga tidak akan ku biarkan bersama mu El” ucap Vino semakin marah dan kini beralih dengan mencekik leher Elia lagi. Elia melihat di depan sana ada satu mobil yang berhenti, dan ada empat orang yang keluar dari mobil itu, samar samar Elia melihat itu adalah James tangan kanan Arga, bukan kah Arga kemarin berkata jika James ikut dengan nya keluar negeri, tapi mengapa James sekarang berada disini dan sedang berkelahi dengan anak buah Vino. “Jhhaa..mess, tholongg akhuu” ucap Elia terbata bata saat Vino mencekik lehernya semakin kuat. “Oh rupa nya ada seseorang yang ingin menyelamatkan mu El hahaaaaa” ucap Vino dengan tertawa jahat, kemudian Vino kembali menampar Elia berulang kali sampai sudut bibir Elia berdarah dan membiru akibat tamparan itu. “Tolooong Vino, hen tikann” ucap Eleankr dengan lirih karena sudah tidak berdaya lagi. “Aku tidak akan berhenti El, sampai kau ingin bersama ku lagi” Vino kembali mencekik Elia dengan kuat, dan menariknya agar berdiri. “Jhaamess,tholongg aku” ucap Elia dengan berusaha melepaskan cengkraman tangan Vino di lehernya, tapi apa daya Elia kalah dengan kekuatan Vino. “Brukkkkk” suara Elia terjatuh ke lantai,akibat kehabisan nafas dan mengakibatkan nya pingsan. Tolong meninggalkan jejak keceritaku, Like + Komen. Terima kasih.
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN