Jerk

1218 Kata
POV Elia Aku terus mengikut Sarah memasuki Club ini, dia bilang tempat untuk bertemu teman Senior High School ada di lantai 3 Kami pun terus berjalan, sambil berbicara dengan sedikit berteriak karena disini sangat bising sekali. Setelah sampai di lantai 3 kami memasuki ruangan yang sudah ada beberapa orang. Aku dan Sarah pun menyapa beberapa teman lama kami, yah meskipun aku tidak terlalu dekat dengan mereka. Sifat ku dan Sarah sangat jauh berbeda, sifat ku yang cenderung cuek terhadap orang lain yang tidak ku kenal dekat dan aku adalah orang yang susah untuk beradaptasi, tetapi aku akan sangat perduli apabila sudah kenal dekat. Sedangkan Sarah dia adalah wanita yang ramah dan mudah bergaul dengan siapapun, maka tidak heran kalau ia sekarang sudah bercanda gurau dengan yang lain. Dan aku hanya tersenyum atau berkata seperlu nya saja. Jika kalian berpikiran aku sangat cupu dan tidak mengikuti perkembangan jaman, kalian salah besar. Karna aku sangat aktif di media sosial dan aku sangat fashionable, Saat Senior High School dan kuliah pun banyak senior yang ingin menjadi pacarku, lol. Tidak lama kemudian ada 2 orang pria yang masuk ke ruangan ini, salah satunya adalah Leon, aku dan Sarah dulu cukup dekat dengan Pria ini. Karna terhalangi tubuh Leon dan cahaya yang tidak terlalu terang aku tidak mengenali pria yang ada di belakang Leon. Aku pun melambaikan tangan kepada Leon dan dia berjalan ke arahku dengan merantangkan tangan untuk memeluk dan mencium pipi ku. “Oh my gosh Leon kau kemana saja, kau bahkan tidak pernah mengabari aku atau pun Sarah”ucapku saat memeluk Leon. “Maafkan aku El. Belakangan ini aku sedang sibuk mengurus cabang perusahaan ku”balas nya. Tiba tiba saja Sarah menarik tangan Leon. Sudah menjadi salah satu sifatnya, Sarah yang tidak tahu malu “Heii apakah kalian melupakan aku, dan kau Leon apa kau lupa padaku?”rajuk Sarah. “Calm down baby. Kau dari dulu tidak pernah berubah selalu saja merajuk seperti anak kecil saja”goda Leon ke Sarah dan mereka pun berpelukan. Aku hanya geleng geleng kepala melihat kelakuan Sarah yang masih saja seperti itu. Tanpa sadar aku melihat pria di belakang Leon memperhatikan ku. Dan aku berusaha untuk mengenali wajah itu. Dan oh my gosh, itu adalah Arga CEO di perusahaan ku bekerja. Mengapa dia berada disini dan bersama Leon. Jantung ku seperti ingin lepas karna tidak menyangka akan bertemu dengan bosku sendiri di tempat penuh dosa ini, dan lihatlah dia. Sangat tampan hanya dengan menggunakan kemeja hitam lalu kancing 2 teratas dibiarkan terbuka dan kemeja yang di gulung sampai lengan, he look so handsome. Dia terus saja memperhatikan ku yang membuat ku salah tingkah dan ingin meninggalkan tempat ini. Aku menarik tangan Sarah untuk mendekat kepadaku saat ia sedang berbicara dengan Leon. “Ada apa Sarah”ia menolah dan bertanya kepadaku. “Oh damn Sarah, apa kau lihat pria yang berada di belakang Leon itu?”ucapku sedikit berbisik. “Tentu saja aku tau dia siapa Sarah, dia adalah pria yang sedang menikmati kesuksesanya di usia muda”bisiknya. “Dan dia adalah bos di kantor tempat ku bekerja Sarah, apakah kau lupa?”aku berbisik dengan sedikit menutupi muka ku agar dia tidak terus menatapku. “Lalu apa masalahnya EL?” “Apa masalah nya kau bilang, apa jadinya jika aku bertemu dengan nya di tempat penuh dosa ini Sarah”ucapku dengan sedikit naik darah. “Tenanglah El, dia akan memaklumi mu lagi pula ini diluar kantor dan tidak ada kaitan nya dengan urusan pekerjaan”ucap nya menenangkan ku. “Hufttt”aku menghela nafas panjang, omong-omong yang dikatakan Sarah ada benarnya juga. “Tenang saja, dan nikmati suasana kali ini” POV ARGA Saat langkah kakiku memasuki ruangan ini, mataku langsung menangkap sosok wanita yang sama. Aku melihatnya melambaikan tangan ke Leon dan mereka berpelukan bahkan Leon mencium pipi wanita itu “Mengapa aku tidak suka melihat mereka melakukan adegan itu”ucap ku dalam hati. Tapi tunggu dulu kenapa perasaan ku seperti ini padahal aku baru hari ini melihatnya. Bahkan aku pun belum mengetahui namanya, saat meeting tadi dia hanya melakukan tugasnya. Pandanganku tetap terarah kepada wanita itu, aku memperhatikan setiap gerak gerik nya. Dia terlihat sangat terkejut saat melihatku tadi dan tingkah nya pun seperti ketahuan sedang terciduk melakukan hal yang aneh, sungguh itu sangat lucu. Kemudian ku perhatikan dia berbicara dengan teman wanita nya dan pergi meninggalkan ruangan. Penampilan dia sangat berbeda saat berada di kantor dan sekarang ini, meskipun dia menggunakan pakaian kantor dia terlihat cantik dan menawan, sedangkan sekarang dia hanya menggunakan baju yang bahkan terlihat kurang bahan seperti itu, dia terlihat sangat cantik dan sexy walaupu menggunakan make up tipis dan pakaian yang simple. POV EL Aku izin ingin pergi ke toilet kepada Sarah dan Leon, itu adalah alasan ku saja untuk menghindari bos ku itu. Bukan aku terlalu percaya diri, tapi dia sedari tadi selalu saja memperhatikan ku. Aku sangat gugup berada satu ruangan bersama dia. “Ya tuhan aku harus bagamaina, kenapa aku harus bertemu dengan bosku di tempat ini”ucapku frustasi sambil mencuci wajahku di wastafel. Sebenarnya tidak masalah juga karna ini diluar kantor, tapi tetap saja aku canggung di situasi seperti ini. Setelah cukup untuk menenangkan diri aku bersiap kembali dan bergabung denganya di ruangan itu lagi. Saat aku keluar toilet aku terkejut karna melihat sosok pria yang sangat aku hindari dalam 1 tahun terakhir ini, Vino Benedict mantan pacarku saat masih kuliah. “Tuhan. Ada apa lagi ini, kenapa aku bertemu dengan pria ini”gumamku dengan perasaan takut. Aku ingin segera pergi untuk menghindari dia tapi sepertinya tuhan tidak mengizinkan ku untuk langsung pergi, karna dia telah memegang pergelengan tangaku dengan erat dan ingin memelukku. “Lepas, apa yang ingin kau lakukan”aku berontak ingin melepaskan diri dari Jakcson. Tapi itu mustahil karena tentu saja kekuatan Vino jauh lebih kuat dariku. “Aku merindukan mu Baby El”ucap Vino dengan memeluk ku erat “Aku tidak ingin bertemu dengan mu lagi, tolong lepaskan aku”aku tetap berontak untuk bisa lepas dari dia. Dia tetap tidak ingin melepaskan ku, bahkan sekarang dia memutar tubuhku dengan sedikit kasar mendorongku ke tembok. “Awhh, Lepaskan aku.”aku berusaha melepaskan diri Sungguh hari yang sial bagiku, ini adalah lorong menuju toilet dan sangat sepi disini. “Diamlah Baby el, aku hanya merindukan mu”ucap Jakcson dengan memegang bahuku dengan kuat. “Tolong lepaskan aku, siapapun tolong bantu aku”teriak ku, berharap mendapatkan bantuan. “Aku sangat merindukan bibir ini El, ucapnya sambil memegang kuat kedua pipi dan jarinya mengusap bibirku. Aku mendorong tubuh kekar Vino ketika ia hendak mencium bibirku, tapi bukan nya semakin jauh tubuh Vino justru semakin dekat dengan tubuhku.Aku terus meronta ronta dan berteriak meminta tolong, aku sudah hampir menangis dan kehabisan tenaga melawan Vino. Saat bibir Vino hampir menyentuh bibirku, ada seseorang yang menarik tubuh Jakcson dan mendorong nya menjauhi tubuhku. Pria itu adalah Arga. “b******k, apa yang sudah kau lakukan?!”marah Arga kemudian mendorong dan meninju Vino berkali kali sampai dia terhuyung ke belakang. “b******k, itu bukan urusan mu. Lagipula siapa kau ini hah!?”Vino membalas pukulan Arga sehingga mereka sekarang sedang saling menyerang satu sama lain Aku yang terkejut hanya bisa terduduk lemas dan menangis, melihat kejadian tak terduga ini. Aku sangat syok karna melihat pertengkaran ini dan karna ulah Vino tadi. “Tolong berhenti”ucapku dengan lirih karna aku seperti tidak memiliki kekuatan untuk berteriak dan memisahkan mereka.Kulihat Vino terluka parah dengan bibir yang sedikit robek dan berdarah, untung saja ada beberapa orang yang memisahkan mereka. Begitu pun dengan Arga, baju dia terlihat sangat berantakan dan juga ada sedikit memar di wajah tampan nya itu. Setelah Vino meninggalkan kami, Arga pun mendekati ku. “Heii, kau baik baik saja”tanya Arga sambil memegang bahu ku pelan dan menyingkirkan rambut yang menutupi wajahku. Karna begitu syok aku hanya bisa diam saat Arga menatap dan merapikan rambutku. “its okey, pria b******k tadi sudah pergi”ucapnya sangat lembut dan berusaha menenangkan ku. AYO KITA SIMBIOSIS MUTUALISME, SALING MENGUNTUNGKAN SATU SAMA LAIN DENGAN LIKE N KOMEN YANG MEMBANGUN JUGA PERLU! To be continue
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN