Elia kini telah selesai membereskan apartment nya saat Sarah sedang mandi.
“Akhirnya selesai juga”ucap Elia dengan meregangkan otot otot tangan nya. Saat ini ia berdiri dengan tangan yang memegang segelas air.
“Oh ya dimana ponsel ku, setelah Arga menghubungi ku semalam aku tidak memegang ponsel ku lagi”ucap Elia.
Kemudian Elia mulai mencari dimana ponsel nya itu, ia berkeliling di lantai satu apartement nya, tapi belum juga menemukan ponsel nya itu.
“Argh sial, dimana kah ponselku. Atau mungkin ponsel ku berada di kamar?”ucap El pada diri nya sendiri
“Seperti nya aku harus mengecek ke kamar ku, lagi pula Arga juga sedang mandi”
Kemudian Elia berjalan menuju kamar nya, dan benar saja ponsel nya ada di samping nakas tempat tidur. Tapi tiba tiba saja Arga keluar dari kamar mandi hanya dengan menggunakan handuk untuk menutupi kemaluan nya dan lihat lah itu rambut yang masih meneteskan air membuat nya semakin sexy, geez. Elia pun merasa malu dan kemudian keluar kamar setelah mendapatkan ponsel nya itu.
“Oh my god, apa yang sudah kau lihat Elia”ucap nya saat sudah keluar kamar, dengan memegang d**a nya.
“Tapi dia sungguh tampan dan sexy, oh sadarlah Elia dia adalah atasan mu.” Ujar Elia lagi sambil tersenyum
Kini Elia tengah berada di ruang santai apartement nya dengan memainkan ponsel nya, banyak sekali panggilan dan pesan masuk di dalam ponselnya, Eelanor hanya membalas beberapa saja, karena tidak mungkin ia membalas semua pesan masuk.
Kemudian ia pun melihat media sosial nya disana juga terdapat banyak sekali pemberitahuan yang masuk, tapi ia hanya mengabaikan nya saja begitu melihat Arga turun kebawah dengan menggunakan setelan santai yang masih memperlihatkan sisi ketampanan dan kepemimpinan nya.
Keadaan berubah menjadi canggung karena Elia masih merasa malu dengan adegan di kamar tadi.
“Hei kau kenapa El?”tanya Arga.
“Ah tidak Arga, aku hanya merasa malu saat melihat mu keluar dari kamar mandi tadi”ucap Elia dengan sedikit canggung dan malu.
“Tidak masalah El, kau nanti akan terbiasa melihat nya, bahkan melihatku tanpa sehelai benang”ucap Arga tanpa sadar.
“Apa maksudmu Arga”ucap Elia dengan mata menyipit.
“Ah tidak ada El” balas nya dengan menggaruk tengkuk yang tidak gatal.
Mereka kini tengah duduk bersebelahan dalam diam.
“Arga”panggil Elia.
Arga menatap ke arah Elia.
“Aku minta maaf karena kejadian semalam dan juga kejadian pagi tadi, dan kejadian yang kita alami di kamar barusan”ucap Elia dengan meremas tangan ny
“Maaf jika aku selalu merepotkan mu Arga”kini ia berucap dengan menundukan kepala dengan melihat remasan tangan nya.
“Its okey Elia, aku juga yang semalam ingin datang kesini sendiri, aku juga senang bisa disini bersama mu”ucap Arga dengan memegang dagu Elia agar menatapnya
“Kau jangan merasa bersalah seperti itu El”
“Benarkah ucapan mu itu Arga?”tanya El dengan mata berbinar.
“Tentu saja El aku tidak pernah berbohong padamu”ucap Arga yang tangan nya kini membelai lembut rambut El.
“Terimakasih Arga”ucap Elia senang dan tanpa sadar tengah memeluk Arga, Arga pun juga membalas pelukan Elia dengan menghirup aroma strawberry dari tubuh nya.
“Maafkan aku Arga”Elia melepaskan pelukan mereka dan suasana menjadi canggung seperti tadi.
Poor Elia.
Di karenakan ini adalah hari libur, Arga berencana mengajak Elia untuk menikmati hari libur ini dengan berjalan jalan. Mereka kini tengah berada di dalam lift apartement menuju mobil Arga diluar.
“Kita akan pergi kemana Arga”tanya Elia.
“Apa kau suka berkuda El”jawab Arga setelah mereka keluar lift dan berjalan menuju mobil Arga, yang disana sudah ada James yang telah menunggu. Entah sejak kapan James sudah ada disitu.
“Apa kita akan berkuda Arga, aku sangat menyukai berkuda, aku bahkan memiliki kuda”ucap Elia dengan mata berbinar karena senang.
“Benar kita akan berkuda El, akan ku perkenalkan dengan kuda kesayangan ku”ucap Arga dengan memasuki kursi penumpang mobil di ikuti oleh El.
“Silahkan Tuan dan Nona” ucap James sembari membuka kan pintu mobil utun Arga dan Elia.
“Terimakasih Tuan”balas Elia dengan senyuman manis nya.
“Kau tidak perlu tersenyum seperti itu pada James El, dan kau hanya perlu panggil dengan namanya saja”protes Arga.
“Memang nya kenapa Arga?”tanya Elia,mengapa ia tidak boleh tersenyum kepada James.
Tentu saja Arga tidak suka saat Elia tersenyum pada pria lain, entah mengapa rasanya ia tidak rela jika Elia berbagi senyuman manis nya itu pada pria lain juga. Arga tidak menjawab pertanyaan Elia, dia hanya menatap keluar jendela mobil.
Elia pun juga tidak berani bertanya lagi, setelah melihat Arga hanya diam saja tanpa mengeluarkan satu kata pun.
Kini mobil yang mereka tumpangi pun sudah bergerak menyusuri jalan, dengan James sebagai supirnya. Karena Arga tidak mengajak nya berbicara sedari tadi, Elia merasa bosan dan mengantuk. Tanpa sadar Elia pun tertidur pulas di pundak Arga.
Arga tidak bermaksud untuk mendiamkan Elia, tapi dia sungguh tidak suka saat Elia berbagi senyuman nya itu pada orang lain. Saat sedang memegang tablet untuk mengecek perusahaan miliknya, ia merasa bahu nya terasa berat, Arga kemudian menoleh dan melihat jika Elia sudah tertidur di bahu nya.
Arga kemudian membenarkan posisi tidur Elia, agar tidak membuat lehernya sakit ketika bangun nanti.
Dari depan James dapat melihat interaksi yang dibuat oleh Tuan nya itu oleh gadis yang tertidur di bahu nya, James pun tersenyum melihat interaksi itu. Sudah lama sekali ia tidak melihat Tuan nya dekat dengan seorang wanita.
“Mereka sangat cocok, dan Tuan seperti nya sangat perduli dengan wanita itu”ucap James pelan.
“Apa kau berbicara sesuatu James?”tanya Arga saat ia seperti mendengar James mengatakan sesuatu.
“Tidak Tuan, maafkan saya karena telah mengganggu Tuan”ucap James, tetapi Arga hanya mendengarkan nya saja.
Sekitar 2 jam kemudian Elia dan Arga sudah sampai di tempat mereka ingin berkuda, di tempat ini banyak pepohonan dan juga banyak tanaman bunga lavender, pemandangan yang sangat berbeda dari kota, tempat yang sejuk dan damai. Di tempat ini juga terdapat rumah yang sangat bagus, rumah itu bahkan terlihat seperti mansion yang berada di pedeseaan, rumah itu adalah milik Arga. Arga sengaja membangun rumah disini, agar ia bisa menghirup udara segar dan bermain dengan kuda kesayangan nya. Bukan hanya Arga yang sering datang kemari, orang tua nya juga sering datang kemari, alam adalah satu cara cara menghilangkan penat dari suasana kota dan lelah nya bekerja.
“El bangun lah, kita sudah sampai”Arga mencoba membangunkan Elia, Selama di perjalanan Arga sama sekali tidak tidur, ia sibuk memantau perusahaan nya.
“Hmmm apa kita sudah sampai”ucap Elia dengan sedikit menguap.
“Benar El kita sudah sampai, mari turun”jawab Arga dengan turun dari mobil, serta membantu Elia turun.
Ketika turun dari mobil mereka langsung di sambut oleh pelayan dan penjaga mansion ini.
“Apa kau ingin langsung bertemu denga kuda ku El?”tanya Arga ketika mereka memasuki mansion ini.
“Tentu saja Arga, aku sudah tidak sabar lagi”Elia menjawab dengan gembira.
“Baiklah, ikut aku El”.
Mereka berjalan menyusuri samping mansion untuk pergi ke kandang sekaligus menjadi pacuan kuda Arga. Ketika berjalan Elia di suguhi oleh pemandangan tanaman bunga Lavender yang sangat cantik.
“Wow cantik sekali bunga lavender itu Arga”Elia sangat takjub dengan tanaman lavender itu.
“Benar El, cantik sekali seperti yang menanam bunga itu”jawab Arga sembari melihat Elia, yang berjalan di samping nya.
“Apa itu kekasih mu?”tanya Elia dengan nada rendah.
“Tentu saja bukan El, aku tidak memiliki kekasih, jika aku memiliki kekasih mana mau dia menanam tanaman ini, yang menanam semua itu adalah ibu ku”jawab Arga dengan menyakinkan Elia.
“Benarkah?”tanya Elia lagi, dia tidak percaya apa yang dikatakan oleh Arga.
“Apa aku terlihat sedang membohongi mu hmm?”Arga berbicara dengan mendekati wajah Elia.
“Aku tidak tahu”jawab Elia dengan mengangkat bahu nya.
“Aku tidak pernah berbohong El”Arga kembali menyakinkan Elia.
“Baiklah aku percaya padamu, tapi suatu saat nanti aku ingin menanam bunga itu dengan ibu mu Arga, boleh kan?”tanya Elia.
“Tentu saja boleh El”jawab Arga.
Tolong meninggalkan jejak keceritaku, Like + Komen. Terima kasih.