Bab Empat belas

1407 Kata
Kini mereka telah sampai di tempat pacuan kuda, disana ada seseorang yang menjaga dan merawat kuda kuda milik Arga. “Hi Robert bagaimana kabar mu, sudah lama kita tidak bertemu teman”sapa Arga pada kuda kesayangan nya dengan mengelus kepala nya, kuda itu pun mengeluarkan suara nya seperti menjawab pertanyaan dari Arga. “Anak pintar”ucap Arga. “Kemarilah El, kenalkan ini adalah Robert kuda kesayangan ku” “Hi Robert, aku Elia teman baru mu”ucap Elia dengan mengelus elus badan Robert. “Apa kau ingin menunggangi nya El?”tawar Arga. “Tentu saja aku ingin Arga”jawab Elia dengan gembira. “Kalau begitu kau perlu menggunakan alat pengaman El”kemudian Arga memanggil penjaga untuk mengambilkan peralatan untuk Elia. Setelah Arga membantu Elia memasangkan peralatan pengaman agar menghindari sesuatu yang tidak di inginkan, kini Arga membantu Elia untuk menunggangi kuda kesayangan nya. “Mari El, aku bantu untuk naik”ucap Arga dengan memegang tangan Elia. “Terimakasih Arga, baiklah Robert apa kau sudah siap”ucap El pada Robert, ia pun bersuara seperti menjawab jika sudah siap. “Hati hati Robert, dan jaga Elia”ucap Arga pada Robert, sebelum pergi mengelilingi pacuan. “Aku pergi Arga”ucap Elia dengan melambaikan tangan nya. Arga memantau Elia dari jauh, ia sungguh hebat dalam menunggangi kuda dan sangat bersahabat dengan Robert. Kemudian Arga mengeluarkan ponsel kemudian memotret Elia dan Robert, meski wajah Elia tidak terlihat dalam foto. Setelah cukup berkeliling Elia berhenti di depan Arga agar membantu nya turun. “Terimakasih Robert kau sungguh hebat”ucap Elia pada Robert. “Kau juga hebat El”puji Arga kepada Elia. “Terimakasih Arga, apa kau tidak ingin menunggangi dia?”ucap Elia dengan mengelus elus Robert. “Tidak lain kali saja, kalau begitu kita masuk ke dalam mansion, kau terlihat kelelahan”Arga mengajak Elia untuk masuk ke dalam mansion. “Bye Robert, lain kali aku akan mengunjungi mu lagi” Elia melambaikan tangan kepada Robert. Mereka kemudian masuk ke dalam mansion untuk beristirahat dan juga menyatap makanan. * Arga dan Elia kini tengah menyantap makanan yang telah di sajikan oleh pelayan yang bekerja di mansion ini. “Setelah ini kau bisa membersihkan badan mu dan berisitirahat El, pelayaan sudah menyiapkan pakain untuk mu”ucap Arga di sela sela makan. “Mengapa kita tidak langsung pulang saja Arga?”tanya Elia kepada Arga. “Aku tidak ingin kau kelelahan El”memang benar bahwa Arga tidak ingin membuat Elia kelelahan, dia perduli dengan wanita itu. “Baiklah Arga” Setelah selesai makan Arga mengantar Elia untuk beristirihat di kamar pribadi nya. “Kau bisa membersihkan diri kemudian berisitirahat di kamar ini El, semua keperluan mu sudah di siapkan di walk in closet”ucap Arga begitu memasuki kamar nya dengan Elia. “Terimakasih Arga, kalau begitu aku ingin membersihkan badan dulu”balas Elia. “Jika kau memerlukan sesuatu kau tinggal tekan bel itu, pelayan akan datang kesini.”ucap Arga dengan menunjuk letak tombolnya. “Baiklah aku mengerti, tapi apa kau tidak ingin beristirahat juga Arga, kau di mobil tadi seperti nya juga tidak tidur”tanya Elia pada Arga. “Aku harus memantau perusahaan ku El, jika kau ingin mencari ku, kau bisa menemui ku di ruang kerja, di samping kamar ini” “Baikalah jika begitu aku keluar, kau berisitirahat lah”ucap Arga kemudian menutup pintu, membiarkan Elia untuk membersihkan diri dan beristirahat. * POV ELIA Setelah kepergian Arga, aku menelusuri kamar ini. Tidak ada yang aneh dari kamar ini, setelah melihat lihat kamar ini aku segera memasuki kamar mandi untuk membersihkan diri. “Seperti nya aku ingin berendam air hangat, sambil melihat pemandangan diluar yang menyejuk kan mata.”pemandangan diluar di penuhi oleh pepohonan, serta langit yang sangat cerah, seperti nya Arga sengaja mendesign agar bisa melihat pemandangan luar. Setelah melepas seluruh pakaian ku, aku segera memasukan tubuh ku ke dalam bathup. Tidak lama, sekitar 15 menit kemudian aku keluar dari bathup. Setelah itu aku pergi menuju walk in closet untuk memakai pakaian ku yang sudah di sediakan oleh pelayan Arga. “Bagaimana bisa ia mengetahui ukuran pakaian dalam ku” gumanku tidak percaya, Aku menggunakan dress yang sangat pas di tubuhku. Sekarang sudah sore hari, seperti nya aku ingin beristirahat sebentar sebelum kembali ke apartement ku. “Aku menyukai aroma maskulin di kamar Arga, benar benar ciri khas seorang Arga”ucapku dengan merebahkan diri ke tempat tidur. Tanpa sadar aku semakin lelap dalam tidur ku. Dan ku rasakan tempat tidur ini seperti ada seseorang yang menempati juga, aku rasa itu Arga jadi aku tetap melanjutkan tidurku. “Hmmm Arga ada apa?”tanyaku saat ia mendekatkan dirinya padaku dan memindahkan kepala ku dari bantal ke lengan nya, kemudian ia memeluk ku dengan erat. “Tidurlah lagi El, aku hanya ingin memeluk mu”ucap Arga dengan memelukku dari samping. Aku pun tidur kembali, dengan menenggelamkan kepala ku ke d**a bidang nya sembari menghirup aroma maskulin khas Arga. * POV ARGA Aku kini tengah sibuk dengan pekerjaan ku, dan meninggalkan Elia sendiri di kamarku. “Apa ia sekarang sudah tertidur”ucap ku, kemudian aku segera menyelesaikan pekerjaan ku. Sebelum mengantarkan Elia kembali ke apartement nya nanti, aku ingin memberi kan nya sebuah kejutan. Setelah menyelesaikan pekerjaan ku, aku segera kembali ke dalam kamar. Aku melihat disana Elia sedang tertidur pulas dengan posisi menyamping. Sebelum menyusul Elia ke tempat tidur, aku membersihkan diri ku sebentar. Kulihat dia masih tertidur dengan posisi yang sama seperti tadi, lalu aku mulai menjatuhkan diriku ke samping Elia. Ku lihat wajah damai nya ketika tidur, cantik, sudah sering ku katakan bahwa ia itu cantik. Ku rapatkan tubuh nya dengan tubuhku, kemudian aku memeluk tubuh mungilnya dan mengecup puncak kepala nya. Entah sudah berapa lama kami tertidur, hingga ku rasakan bahwa Elia sudah terbangun, dan sedikit menggeser tubuh nya. Aku merasakan Elia menyentuh wajah ku, mulai dari rambut, hidung, turun ke dagu, kemudian menyentuh bibirku. Ia memandangi wajah ku lama, tapi aku masih berpura pura tidur, aku mengizinkan nya untuk memandangi wajah ku. * Author* Elia terbangun dari tidur nya, ia tidur dengan posisi memeluk dan dipeluk oleh Arga. Entah mengapa Elia merasa sangat nyaman berada di dekat Arga, meskipun baru mengenalnya. Elia kemudian melepaskan diri dari pelukan Arga dan sedikit menggeser tubuhnya agar bisa memandangi wajah tampan Arga. “Tampan bak dewa yunani”gumam Elia dalam hati, seraya menelusuri wajah Arga. Elia terpaku dengan ketampanan wajah Arga beberapa saat, setelah itu ia berusaha membangunkan pria yang tidur di samping nya ini. “Arga, bangunlah” “Hari sudah malam Arga, kita harus segera pulang” Elia membangunkan Arga dengan hati hati. “Tidak usah khawatir El, aku masih mengantuk” ucap Arga kembali memeluk ku dengan erat dan tidur kembali. “Baiklah ku beri waktu kau untuk tidur lima menit lagi Arga”ucap Elia, ia tidak bisa memejamkan mata nya lagi, ia hanya diam sembari menunggu Arga bangun. Sebenarnya Arga sudah bangun sejak Eleanoe memandangi wajah nya, itu adalah alasan Arga saja, ia tidak ingin berpisah dengan Elia, ia masih ingin dekat dengan Elia, seperti saat ini tidur dengan memeluk dan mencium aroma tubuh nya. “Sudah lima menit Arga,bangun”ucap Elia dengan menyentuh wajah Arga, ia sedikit mendongak ke atas untuk dapat melihat wajah Arga. “Aku menyukai aroma tubuh mu Elia, seperti nya aku candu dengan aroma ini”Arga menghirup dalam dalam aroma Elia, tanpa sadar ia mengangkat Elia tidur di atas badanya. “Arga turunkan aku”ucap Elia sembari menundukan kepala karena malu dengan posisi seperti ini. “Angkat wajah mu Elia, aku ingin melihat wajah cantikmu”ucap Arga, kemudian memandangi wajah Elia, mereka terdiam sebentar untuk saling mengagumi satu sama lain. “Elia”panggil Arga. Elia hanya menjawab dengan tatapan mata nya saja. “Bolehkah aku mencium bibir mu?”tanya Arga, ia sudah menginginkan bibir ini sedari kemarin. “Aku menginginkan ini El”ucap Arga dengan menyentuh bibir Elia dengan sensual. Elia hanya menatap Arga, ia juga menginginkan bibir sexy Arga tapi ia malu untuk mengatakan nya. Tiba tiba saja Arga mencium bibir Elia, Arga tau bahwa sebenarnya Elia juga menginginkan bibir sexy nya. Mereka berciuman dengan pelan, semakin lama Arga mencium Elia dengan penuh nafsu. “Ahhh. . .” Desah Elia, saat tiba tiba Arga membalikan tubuh nya agar berada di bawah Arga. Tolong meninggalkan jejak keceritaku, Like + Komen. Terima kasih.
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN