MANJA

1283 Kata
Manja Saat ini Sandra sedang memasak makanan pagi untuk keluarga Wijaya. Sandra ditemani sang mama mertua dan sang nenek, keduanya sangat protektif kepada Sandra. Sandra membuatkan sarapan omlet seperti keinginan Gilang. "Gilang minta dibuatkan omlet lagi nak?" Tanya nenek Utami kepada Sandra. "Iya nek sepertinya mas Gilang hanya bisa makan ini nek." Ucap Sandra sedih karena mengingat Gilang yang sedang mengalami morning sickness dan hanya bisa makan omlet untuk saat ini. "Kamu jangan sedih engga papa namanya juga Gilang yang mengalami morning sickness." Hibur sang nenek. "Udah ya, Gilang pasti nanti lebih sedih lagi kalau kamu yang mengalami morning sickness sayang." Ucap sang mama yang sudah memberikan s**u ibu hamil. Disaat obrolan mereka berlangsung kini Galang datang menuju dapur. Galang melihat 3 orang wanita beda generasi sedang menyiapkan sarapan. "Pagi bu ibu, udah gosip aja." Sapa Galang dengan becandaan. "Pagi" Sapa ketiganya. "Enak aja gosip kita lagi ngobrol mau staycation tahu." Ucap mama menimpali ucapan Galang. "Mah kita kan lama engga ke vila yang di Bogor, bisa kali mah kesana." Ucap Galang sambil membuat kopi. "Boleh juga nanti kita bahas setelah kakakmu check up ya." Ucap mama. "Kamu kapan nyusul kakakmu Gal?" Nenek Utami bertanya kepada Galang. "Hamil nek?" Tanya Galang pura - pira tidak mengerti dengan pertanyaan sang nenek. "Ngawur, maksud nenek nikah kok malah hamil sih." Ucap nenek Utami setelah menepuk lengan Galang. "Sabar dong nek lagian nenek udah mau dapet cucu. Galang kan lagi berusaha dekat, iya kan kak?" Jelas Galang yang meminta bantuan Sandra. "Iya Gal, mana yang ini agak susah nek." Ucap Sandra membenarkan ucapan Galang. Gilang membuka mata tetapi ia tidak menemukan Sandra di sampingnya, Gilang tahu saat ini Sandra pasti sedang berada di dapur. Gilang kemudian mandi dan akan menyusul Sandra. Setelah mandi dan berdandan Gilang kini menuju dapur, saat dekat dengan dapur Gilang melihat Sandra, mamanya, nenek dan Galang sedang bercerita. Gilang mengucapkan syukur karena kini dapat melihat senyum keluarganya dan kebahagian dimana mereka menunggu lahirnya buah hati Gilang dan Sandra. Gilang kemudian mendekat ke arah Sandra, dan memeluk Sandra dari belakang dan juga mencium kening serta pelipis Sandra. "Pagi semuanya." Sapa Gilang yang sudah memeluk Sandra. "Pagi nak." Jawab mama dan neneknya. "Pagi kak." Jawab Galang. "Pagi mas, sudah tidak mual?" Tanya Sandra kepada Gilang. "Sudah engga yang, nyium aroma parfum kamu jadi tenang dan nyaman aku." Ucap Gilang. Galang yang mendengar jawaban sang kakak dibuat kaget karena kakaknya bermesraan di depan keluarga. Mama dan nenek memaklumi perubahan sifat Gilang yang manja kepada Sandra. "Dihhh jadi manja gitu sih lo kak, kasihan kak Sandra berasa punya baby 2." Ucap Galang yang juga mencibir kakanya. "Sirik ya lo karena jomblo." Gilang membalas sindiran Galang dengan pedas. "Engga ya." Elak Galang. "Sudah sudah yuk mulai sarapan." Ucap sang nenek melerai perdebatan antara 2 cucu gantengnya. Setelah semua selesai sarapan pagi, kini anggota keluarga Wijaya memulai aktifitas masing - masing. Saat ini Gilang dan Sandra sedang berada di kamar karena Gilang yang masih manja kepadanya. "Yang aku engga mau masuk kantor." Ucap Gilang sambil memeluk perut Sandra. "Kenapa mas, mas Gilang sakit?" Sandra bertanya kepada Gilang kemudian menyentuh kening Gilang. "Aku males pergi ke kantor yang, maunya deket kamu sama baby." Jelas Gilang masih dengan nada manjanya. "Yaampun mas aku kira kenapa. Mas harus tetap masuk kerja banyak karyawan yang bergantung kepada mas." Ucap Sandra sambil mengelus rambut Gilang. "Hmmmmm, yang nanti ke kantor ya jam makan siang aku mau makan ditemani kamu." Pinta Gilang. "Iya mas, mau dibawakan apa?" Tanya Sandra. "Aku mau capcay ya sayang sama ayam goreng aja." Gilang menyebutkan makanan yang diinginkannya. "Oke mas." "Yaudah kalau gitu aku berangkat ya sayang." Ucap Gilang kepada Sandra. "Baby papa berangkat dulu ya, kamu baik - baik sama mama jangan buat mama kelelahan. Love yu anak papa." Setelah mengucapkan kalimat tersebut, Gilang kemudian mencium perut Sandra. Sandra yang mendengar ucapan Gilang merasa terharu, dia merasa bahagia dan bersyukur karena memiliki orang - orang yang menyanyanginya dan buah hatinya. Sandra mengantarkan Gilang sampai depan rumah, Gilang bilang mulai saat ini Sandra harus mengantarkannya berangkat kerja walau hanya sampe depan rumah. "Sayang aku berangkat ya." Pamit Gilang kemudian mencium kening dan bibir Sandra. "Iya mas, hati - hati ya." Balas Sandra setelah mencium tangan suaminya. Sebenarnya Sandra terkejut dengan Gilang yang mencium bibirnya. **** Gilang saat ini sedang membaca berkas tentang kerjasama, setelah tadi pagi rapat dengan beberapa staff. Saat sedang asik membaca berkas, pintu ruangan Gilang ada yang mengetuk. "Masuk." Ucap Gilang. "Siang pak, ada yang bisa saya bantu." Tanya Arsa kepada Gilang. Tadi pagi setelah rapat selesai Gilang meminta Arsa untuk ke ruangannya saat akan jam makan siang. Gilang ingin membicarakan tentang sesuatu kepada Arsa. "Arsa kamu sudah tahu hubunganku dan Sandra saat ini, sekarang Sandra sedang hamil dan dia akan resign sebentar lagi. Saya tidak ingin menambah sekretaris seperti saat itu, saya harap kamu menjadi sekretarisku satu - satunya." Jelas Gilang kepada Arsa. "Tapi pak... " Arsa ingin menjawab penjelasan Gilang. "Soal gaji tenang saja, gaji kamu akan naik. Nanti temui HRD dan tanda tangani kontrak kerja yang baru." Jelas Gilang. "Baik lah pak, apakah saya boleh mengajukan beberapa syarat pak?" Tanya Arsa dengan rasa was - was. "Boleh nanti ajukan saja, kalau syarat bisa saya terima saya akan menyetujuinya." Jelas Gilang. Setelah pembicaraan dengan Arsa kini Gilang sedang berfikir tentang hubungannya Selvi. Gilang ingin mengakhiri hubungannya tetapi Gilang juga tidak ingin terburu - buru, Gilang ingin mengumpulkan semua bukti terlebih dahulu. Ponsel Gilang berdering menandakan ada panggilan masuk. Gilang melihat nama yang tertera di layar ponselnya, Gilang masih menimang apakah ia akan mengangkat panggilan dari Selvi atau tidak. Gilang merenung apakah dia harus mengungkapkan kejahatan Selvi yang iya ketahui. Setelah menimbang apakah dirinya perlu mengangkat panggilan Selvi, akhirnya Gilang mencoba menggeser tombol hijau. "Halo Lang." Sapa Selvi disebrang sana. Gilang yang mendengar suara Selvi masih diam, dia masih mengingat pengkhianatan Selvi kepadanya. "Iya ada apa Sel?" Tanya Gilang akhirnya. "Lang nanti siang kita makan siang bersama ya, kita sudah lama tidak makan siang bersama." Ajak Selvi kepada Gilang. "Boleh, kamu tentukan mau makan dimana nanti kamu share loc." Jawab Gilang. Selvi yang mendengar Gilang menyetujui untuk makan siang bersama tentu bahagia. Selvi ingin memperbaiki hubungannya dengan Gilang. *** Selvi sudah sampai di restoran 15 menit sebelum bertemu Gilang. Selvi menyiapkan makanan kesukaan Gilang, selain itu Selvi juga berdandan dengan sangat anggun. Selvi sudah menunggu Gilang selama 20 menit, Selvi ingin menelepon Gilang tetapi ia juga takut kalau Gilang nanti tidak mengangkat telepone darinya. Selvi akhirnya menunggu saja Gilang. 10 menit kemudian Gilang datang ke restoran yang dipilih oleh Selvi, Gilang melihat ke penjuru restoran dan melihat Selvi duduk di dekat jendela. Gilang yang melihat Selvi lalu mendekatinya. "Maaf Sel tadi ada meeting sama Staff." Ucap Gilang setelah duduk di hadapan Selvi. "Engga papa hon, aku mengerti kok. Kamu datang aja aku sudah senang." Jawab Selvi dengan senyum manisnya. Gilang kemudian memakan makanan yang telah dipesan Selvi. Selvi selalu mengajak Gilang berbicara tetapi Gilang hanya menjawab dengan deheman. "Lang... " Panggil Selvi kepada Gilang, Gilang yang mendengar panggilan Selvi kemudian menatap Selvi. Saat Selvi akan melanjutkan ucapannya terdengar suara panggilan dari handphone Gilang. "Iya halo yang." "Sayang bisakah kamu belikan aku rujak, aku mau makan rujak." "Baik yang tunggu ya, aku pulang sekarang." "Makasih sayang, hati - hati ya pulangnya." Gilang kemudian menutup sambungan telepon dengan Sandra. Gilang kemudian dengan cepat menghabiskan makanannya. "Sel aku pulang dulu ya makasih makan siangnya." Gilang kemudian berlalu tanpa mendengar jawaban dari Selvi. "Iya Lang, hati - hati." Ucap Selvi setelah melihat Gilang keluar dari restoran. Selvi kemudian duduk kembali dan matanya mulai panas. Selvi merasa sangat sedih dan kecewa ditinggalkan Gilang begitu saja. "Padahal hari ini aku ingin kita memperbaiki semuanya dari awal Lang." Ucap Slevi dengan lirih.
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN