Surprise

1833 Kata
Ulangtahun "Hueekk...hueekk." "Hueeekk...hueekk." Sandra saat ini terbangun mendengar suara seseorang muntah di pagi hari. Sandra melihat suaminya tidak berada disampingnya, Sandra kemudian menuju kamar mandi setelah mendengar kembali suara itu. "Hueeekkk...hueekk." Ckleekkk "Yaampun mas, kamu engga papa?" Tanya Sandra yang khawatir melihat sang suami. "Jangan mendekat yang ini jijik." Ucap Gilang. "Jijik apa mas, ini mas muntah engga ada apa - apanya loh." Sandra yang sudah berada disamping sang suami. Sandra kemudian membawa sang suami menuju ranjang kembali. Sandra berfikir bahwa suaminya sedang mengalami morning sickness. Sandra yang mengingat hal itu tersenyum. "Ya sudah mas tidur dulu ya, aku buatin sarapan dulu." Ucap Sandra setelah menyelimuti Gilang. "Yang aku mau omlet ya, telurnya 2 sama roti cokelat." Ucap Gilang kepada Sandra. Kini Gilang entah mengapa sangat menginginkan omlet buatan Sandra. Gilang merasa keinginannya harus terkabul, setelah melihat Sandra keluar kamar Gilang melanjutkan tidurnya kembali. "Pagi ma, pagi kak Selvi." Sapa Sandra kepada orang yang berada di dapur. "Pagi sayang." Balas mama Andini. "Pagi San, Gilang belum turun?" Tanya Selvi setelah membalas sapaan Sandra. "Habis muntah - muntah kak mas Gilang kembali tidur, ini dia mau dibuatin omlet." Jelas Sandra. Mama Andini yang mendnegar penuturan sang menantu hanya tersenyum, dia jelas mengerti keinginan Gilang merupakan hal yang harus dituruti dengan kata lain Gilang sedang nyidam. "Oh yasudah biar kakak yang buatin omlet." Ucap Selvi yang kini mengambil alih telur. Sandra sebenarnya ingin mencegah Selvi untuk membuatkan omlet karena Gilang tadi ingin omlet buatannya. Tetapi kemudian Sandra tidak ambil pusing, mungkin Gilang tidak tahu bahwa bukan dia yang memasak. Kini semua keluarga Wijaya sudah berkumpul di meja makan, nenek Utami baru saja datang subuh tadi. Selvi menyiapkan semua keperluan makan Gilang, Selvi melakukan hal biasa yang ia lakukan ketika Gilang makan tetapi Selvi lupa bahwa sekarang ada Sandra yang bisa juga melayani Gilang tetapi Selvi lupa. Sandra yang melihat Selvi melayani Gilang sebenarnya merasa cemburu karena Selvi tidak meminta pendapat Sandra, tetapi Sandra ingat bahwa ia hanya istri kedua. Sandra kemudian menyiapkan air putih untuk Gilang. "Ehhhh ini bukan omlet buatan kamu ya yang?" Tanya Gilang kepada Sandra saat sudah menyicipinya. "Itu..... " Sandra ingin menjawab. "Bukan hon, tadi Sandra bilang kamu ingin makan omlet yasudah aku buatkan." Jelas Selvi dnegan senyumannya. "Kan aku udah bilang yang, aku mau kamu yang buatin bukan yang lain." Ucap Gilang dengan tegas. "Mas sama aja ya, kak Selvikan udah buatin juga." Jelas Sandra kepada Gilang yang mulai ngambek seperti anak kecil. Semua yang ada di meja makan melihat drama rumah tangga Gilang. Mereka ingin menyela ucapan Gilang tetapi mereka ingat kalau Gilang marah susah dibujuk. "Makan kak apa susahnya sih sama - sama omlet juga." Ucap Galang kepada kakaknya. "Pokoknya aku mau omlet buatan Sandra, kalau engga yasudah engga usah sarapan sama makan nanti." Keputusan final Gilang. Gilang kemudian pergi menuju kamarnya dan Sandra. "Yasudah sayang kamu buatin ya, sepertinya dia lagi ingin makan omletmu." Ucap mama Andini menengahi perdebatan mereka. Selvi yang melihat itu merasa sedih dan aneh dengan sikap Gilang. Tentu Sandra dan mama Andini sudah tidak heran dengan perilaku Gilang yang aneh ini. "Yeee udah nikah punya istri dua masih aja ngambek, sini kak gue makan omletnya mubazir." Galang mulai menggerutu dengan sikap Gilang. Setelah membuatkan Gilang sarapan kini Sandra, Selvi dan mama Andini sedang berdiskusi tentang acara syukuran ulang tahun Gilang nanti. Mama Andini sudah menyiapkan decor di rumahnya, Selvi sudah menyiapkan catering untuk nanti dan Sandra yang menyiapkan kue. "Kamu sudah menyiapkan hadiah untuk Gilang?" Tanya Selvi ketika mereka sudah duduk berdua. "Sudah kak, aku harap mas Gilang suka kadonya." Jawab Sandra dengan senyuman indahnya. "Hmmm jadi penasaran. Kemarin aku udah pesenin jam tangan untuk Gilang semoga dia juga suka." Jelas Selvi, entah kenapa Selvi kini mulai menyombongkan hadiahnya untuk Gilang. "Ahhh pasti mas Gilang suka dengan hadiah kakak." Ucap Selvi. Selvi sebenarnya merasa minder ketika Selvi memberitahukan bahwa ia membelikan hadiah jam tangan mahal untuk Gilang, tetapi Sandra juga ingat bahwa ia akan memberikan hadiah yang sangat mahal dan tidak bisa dibeli. **** Semua keluarga inti Wijaya sudah berada di taman belakang tempat acara. Gilang sedang berbincang dengan sepupunya sedangkan Sandra dan Selvi sedang mengobrol dengan ibu - ibu. Nana juga tak lupa hadir di acara ini, Nana dan Galang ditunjuk sebagai MC acara syukuran ini, tentu saja Galang semangat karena ia bisa berdekatan dengan Nana. "Duhhh istri muda auranya silau ya." Goda tante Putri. "Tante bisa saja." Balas Sandra dnegan malu - malu. "Udah isi belum San?" Tanya Erica kepada Sandra. "Doakan ya kak, semoga cepat." Jawab Sandra. "Atau jangan - jangan Selvi nih yang udah hamil." Goda Erica. "Gimana mau hamil, suaminya aja di monopoli istri muda." Mama Selvi menyahuti godaan Erica. "Maaa." Selvi memperingatkan sang mama agar berbicara sopan. "Ya namanya istri muda lebih yahut kali jeng. Gilang juga pengen cepet punya anak juga pasti, Sandra yang semangat ya digempur Gilang." Awalnya tante Putri membalas jawaban mama Selvi, kemidian dia menyemangati Sandra. Ditengah perbincangan yang tidak mengenakan membuat suasana menjadi panas dan gerah, Nana dan Gilang mulai ke untuk memimpin acara. "Duh Gal habis potong kue, makan - makan enaknya ngapain nih Gal?" Tanya Nana kepada Galang. "Enaknya ini buka kado atau ada yang mau nanyi di depan sini?" Tanya Galang kepada hadirin. "Ahhh ternyata engga ada Gal yang mau nyanyi, yaudah deh Gal buka kado kali ya dari keluarga inti." Ucap Nana akhirnya. "Boleh deh yang." Goda Galang kepada Nana. "Apaan sih Gal engga enak didengar keluarga kamu." Nana mulai menegur Galang. "Engga papa, semuanya tolong bilang amin ya biar cepat jadian. Btw yuk di mulai dari aku." Galang kemudian memberikan hadiah kepada Gilang. Gilang kemudian membuka kado dari snag adik, ketika dibuka ternyata ada obat penyubur. "Hehehe biar kakak cepet punya anak kan." Bela Galang untuk dirinya sendiri. Setelah membuka kado dari mama papanya, nenek Utami serta mertuanya kini saatnya Gilang akan menerima kado dari kedua isterinya dan akan membukanya. Mama Andini tadi sudah memberitahu Nana dan Galang agar Selvi memberikan kado terlebih dahulu. "Yuk yuk selanjutnya hadiah dari istri pertama nih kak." Goda Nana kepada Gilang. "Weits apa nih ya kok kelihatannya mayan berat, yuk buka buka buka." Galang mulai menggoda Gilang. "Bentar dulu Gal, sebelumnya kak Selvi doa apa yang mau diucapkan di ulang tahun kak Gilang kali ini?" Tanya Nana kepada Selvi. "Aku beraharap kamu bahsgia, sehat dan adil." Canda Selvi walaupun bercanda tetapi Selvi tulus. Gilang membuka kado dari Selvi dan Gilang mendapatkan jam tangan dari merk ternama. Gilang kemudian memeluk dan mencium kening Selvi tak lupa mengucapkan terima kasih. "Selanjutnya nih Na, yang kita tunggu - tunggu nih. Kak Sandra mau ngasih kado apa nih? tapi sebelumnya ucapin selamat ulang tahun dan doanya kak." Tanya Galang yang kemudian menyuruh Sandra untuk mengucapkan harapan dan doa untuk Gilang. "Selamat ulang tahun mas, semoga diusia yang sekarang kamu bahagia. Dan ini kado dari aku, semoga mas Gilang selalu ingat aku dan merasakan bahwa aku selalu menemanimu bekerja, dan semoga kado satunya kamu suka." Ucap Sandra secara tulus. Gilang yang tak sabar melihatnya kini mulai membuka kado yang berukuran sedang tersebut. Gilang mendapatkan dasi untuk bekerja, kemudian Gilang melihat ada kotak panjang, Gilang membukanya dan terkejut. "Happy Birthday Papa." Ucap Gilang saat membaca tulisan di kertas dan melihat test pack. Gilang mengambil test peck tersebut. "Yang ini..." Ucap Gilang dengan mode masih shock. "Iya happy birthday papa, adik sekarang sudah disini." Ucap Sandra kemudian membawa tangan Gilang menuju perutnya. Gilang kemudian memeluk Sandra dan menciumi seluruh wajah Sandra. Sandra hanya dapat membalas pelukan Gilang tanpa protes. Semua yang datang juga terkejut, mereka mengucapkan rasa syukur. "Makasih yang ini kado terindah buat aku, makasih yang makasih. Alhamdulillah tahun besuk ada adik yang menemani papa ulang tahun" Ucap Gilang yang masih merangkul Sandra. "Alhamdulillah akhirnya gue jadi Aunty nih. Selamat ya Sandra dan kak Gilang semoga dedek bayinya sehat." Ucap Nana yang bahagia juga. "Weits gue bakal jadi uncle noh bentar lagi, selamat ya kak. Acara syukuran ulang tahun kak Gilang sudah selesai hadirin bisa meninggalkan tempat acara tetapi yang mau disini juga boleh." Ucap Galang selaku MC. Disaat rasa bahagia melingkupi keluarga Wijaya ada 3 orang yang masih terkejut yaitu Selvi dan kedua orangtuanya. Selvi seharusnya merasa bahagia tetapi entah mengapa Selvi merasakan kecemburuan. "Gila sudah hamil saja. Kamu harusnya dulu tidak menunda punya anak Sel." Ucap mama Selvi memarahi anaknya. "Bisa tidak mama tidak buat suasana hati Selvi buruk. Mama sama papa bisa pulang terlebih dahulu, aku mau gabung sama mereka." Ucap Selvi menegur mamanya yang bermulut pedas. Setelah acara selesai keluarga Wijaya berkumpul diruang tengah ada Selvi juga. Gilang tentu bersikap posesif dan protectif kepada Sandra. Sandra kini duduk diantara Gilang dan nenek Utami. "Sudah berapa minggu cicit nenek hadir disini?" Tanya nenek Utami dengan mengelus perut Sandra. "Alhamdulillah sudah 6 minggu nek." Ucap Sandra yang mengelus perutnya. "Tokcer juga lo bang, baru nikah sebulan lebih udah ada Gilang junior aja." Goda Galang kepada kakanya. "Punya gue bagus sebenarnya, lihat aja nih adik udah di perut mamanya." Jawab Gilang yang tanpa ada maksud lainnya. Selvi yang mendengar jawaban Gilang sebenarnya merasa tertohok, tetapi dia hanya bisa diam. "Kamu baru tahu kapan San?" Tanya Selvi kepada Sandra. "Baru beberapa hari ini kak, waktu aku pingsan dan dokter keluarga periksa." Jawab Sandra. "Kok kamu engga bilang sih yang, mama papa juga engga bilang juga lo juga Gal." Gerutu Gilang kepada keluarganya. "Mas aku yang menyuruh agar tidak memberitahukan kepada kamu karena mau kasih kejutan di ulang tahunmu." Ucap Sandra menenangkan suaminya. "Hufttt... Okee diterima alasannya." Jawab Gilang akhirnya. **** Di kamar Gilang dan Sandra. "Bisa - bisanya aku dapet kabar yang terakhir daripada yang lain." Ternyata Gilang masih membahas persoalan surprise tadi. "Mas kan aku sudah bilang mau kasih kejutan ke kamu, aku mau ini jadi kado terbaik untuk kamu dan berbeda dengan yang lain." Jelas Sandra yang saat ini memegang tangan Gilang. "Iya iya yang, tapi ke depannya harus selalu bilang aku. Kemarin check up sama mama?" Tanya Gilang. "Iya mas, mama yang menemaniku dan mama juga memanjakanku." Jelas Sandra dengan semangat. "Habis ini kamu harus menyiapkan kesabaran yang, karena bakal banyak banget yang akan memanjakanmu. Kamu lihat tadi tante Putri sangat cerewet sama kamu." Jelas Gilang memberitahu hal tersebut kepada Sandra. "Iya mas, alhamdulillah adik bisa membawa kebahagian." Ucap Sandra yang mengelus perutnya. Gilang yang melihat Sandra mengelus perutnya merasa tertarik, Gilang ikut mendekat ke arah Sandra dan berada di depan perut Sandra. "Assalamu'alaikum anak papa, tadi papa belum sempat menyapa kamu. Terima kasih ya sudah hadir diantara mama dan papa, papa menunggu kamu hadir dipelukan papa. Sehat - sehat selalu ya, jangan nyusahin mama tapi boleh nyusahin papa. Love you anak papa." Kemudian Gilang mencium perut Sandra berulang. "Love you to papa." Ucap Sandra yang merasa terharu dengan ungkapan hati Gilang. "Mamanya engga cinta papanya ya?" Goda Gilang. "Love you sayang." Ucap Sandra lirih. Gilang yang mendengar panggilan Sandra barusan merasa terkejut. "Apa tadi yang?" Tanya Gilang sekali lagi. "Love you papaku sayang." Ucap Sandra sambil melihat manik Gilang. "Love you to sayang, tidur yuk." Ajak Gilang kepada Sandra agar Sandra cepat istirahat.
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN