Satu bulan setengah setelah kejadian tersebut hubungan Gilang dan Selvi mulai membaik begitupun hubungan Selvi dengan keluarga Gilang juga membaik. Selvi juga sering pergi bersama keluarga Gilang, hubungan Selvi dengan mamanya juga kini mulai membaik.
Selvi bangun pagi, ia ingin membuatkan Gilang sarapan pagi ini. Sebelum beranjak menuju dapur Selvi sedang memandangi sang suami yang tertidur pulas. Selvi melihat begitu sempurnanya sang suami.
"Ternyata kamu sangat tampan Lang, kamu baik hati dan humoris. Kenapa aku bisa begitu jahat ke kamu, mulai sekarang kita perbaiki semua aku akan mencurahkan semua sayangku ke kamu." Monolog Selvi yang saat memandangi sang suami.
Setelah itu Selvi menuju dapur untuk membuat nasi goreng dan minum jus jeruk. Membutuhkan waktu 30 menit untuk menyiapkan sarapan tersebut. Selvi melihat Gilang turun dari tangga menuju meja makan.
"Hari ini aku masak nasi goreng, ok kan?" Tanya Selvi kepada Gilang.
"Ok hon, ini juga aku sudah suka kok." Ucap Gilang. Sejujurnya Gilang kurang suka nasi goreng untuk pagi hari tetapi dia mencoba menerima usaha Selvi.
"Mama bilang akan ada syukuran kecil - kecilan saat ulang tahunmu nanti." Selvi memulai pembicaraan.
"Benarkah? Apa mama atau Sandra sudah bilang kepadamu." Tanya Gilang ke Selvi.
"Mama mengundangku dan keluargaku." Ucap Selvi lirih.
Mendengar penuturan Selvi, Gilang menghentikan acara makan dan menaruh sendoknya kembali.
"Apa kamu bilang keluarga kamu? Apa kamu lupa apa yang telah mereka lakukan ke Sandra?" Tanya Gilang sedikit marah.
"Honey mama sudah minta maaf dan tante serta Beta juga. Jadi apa salahnya, aku yakin mereka tidak akan membuat onar." Ucap Selvi meyakinkan Gilang.
"Terserah kamu tapi ingat kalau sekali lagi buat onar keluarga kamu akan menanggung akibatnya." Peringatan Gilang membuat Selvi takut, tetapi Selvi mencoba tersenyum.
Setelah mengatakan itu Gilang tidak melanjutkan makannya dan langsung pergi menuju kantor. Selvi yang melihat itu merasa sedih dan kehilangan tetapi dia mencoba memahami Gilang.
Di perjalan menuju kantor Gilang merenung sambil melihat jalanan di pagi hari. Gilang memikirkan apa yang akan terjadi nanti kepada Sandra. Gilang juga sedang memikirkan hubungan pernikahannya dengan Selvi yang terasa hambar setelah mengetahui fakta tersebut.
****
Rumah Wijaya
Pagi ini Sandra masih bergelung dengan selimut, Sandra merasakan tidak enak badan. Mama Andini menuju kamar Sandra ketika tidak melihat menantunya tersebut berada di dapur pada jam segini. Mama Andini melihat Sandra begitu pucat dan lesu.
Sandra mencoba untuk bangun tetapi kepala terasa pusing dan berat. Sandra melihat sang mertua mencoba tersenyum.
"Yaampun sayang kamu pucat sekali." Ucap mama Andini.
"Iya ma Sandra merasa tidak enak badan." Ucap Sandra yang saat ini sedang menyender di kepala kasur.
"Kamu istirahat aja engga masuk kerja, kamu harusnya udah resign dan menemani mama di rumah sayang." Ucap mama Andini yang memeluk Sandra.
"Sandra belum membicarakan itu dengan mas Gilang ma." Ucap Sandra memeluk Andini.
"Yaudah kamu mau mandi, atau hanya bersoh - bersih aja?" Tanya mama Andini.
"Aku mandi ma, apa mama bisa bantu aku jalan?." Pinta Sandra.
Mama Andini membantu Sandra menuju kamar mandi. Mama Andini juga menunggu sampai Sandra selesai mandi. Sang mama mertua juga menyiapkan pakaian ganti Sandra, mama Andini merasa kasihan karena disaat Sandra sakit sang suami tidak berada disampingnya.
Mama Andini kemudian berpamitan ke Sandra akan membuatkan bubur untuk Sandra. Saat menunggu mama Andini datang Sandra bertukar kabar dengan Gilang. Sandra memberi tahu bahwa ia hari ini sedang tidak enak badan.
"Halo Assalamualaikum yang."
"Waalaikumsalam mas, sudah berangkat?"
"Hai ini aku baru sampai ruangan yang gimana? Kok kamu belum datang sih yang kangennn"
"Dasar manja, aku hari ini izin ya mas soalnya lagi sakit."
"Yangg!!! Kamu sakit apa? Yaudah aku kesitu ya."
"Hey mas Gilang dengerin aku ya, aku hanya kecapekan kamu datang pas pulang kantor aja. Ada mama yang rawat aku mas, tenang okay."
"Huftt yaudah kamu istirahat saja ya, semua biar di handle Arsa. Makan yang banyak ya biar cepat sembuh. Love you yang."
"Iya mas aamiin, kamu semangat ya kerjanya. Love you to mas."
Setelah menyelesaikan panggilan teleponnya, pintu kamar Sandra terbuka dan menampilkan sosok Andini. Mama Andini membawa nampan berisi bubur dan minuman herbal yang ia buat tadi.
"Yaudah setelah makan istirahat ya sayang biar cepat sembuh. Kalau ada apa - apa panggil mama ya, mama mau ke bawah ya." Ucap mama Andini sebelum keluar kamar Sandra.
****
Pov Galang dan Nana
Galang tadi pagi menjemput Rara untuk pergi ke kantor. Galang tiba - tiba berada di depan rumah Nana dan sudah mengobrol dnegan sang papa.
Saat ini Galang sedang berada di kantor Andre, dia akan meeting dengan Andre makanya ia sekalian menjemput Nana.
"Lo kok ngikutin gue mulu sih." Kesal Nana kepada Galang.
"Weits ge'er nih mbaknya." Ucap Galang.
"Ge'er pala lo, jelas - jelas daritadi gue lihat lo ngikutin gue mulu, engga kerja lo?" Tanya Nana.
"Kerja dong kan gue kerja buat istri dan anak - anak kita nanti." Goda Galang.
"Ngeselin banget sih lo, sana balik kantor lo kerja." Usir Nana.
"Iya ini mau kerja tapi kerja gue di sini mau meeting sama bang Andre." Bisik Galang meledek Nana.
Cup....
"Galang sialannnnn, sini ga lo." Ucap Nana yang mengejar Galang setelah mencuri cium di pipi.
Galang yang melihat raut wajah kesal Nana makin merasa gemas dengan wanita tersebut. Setelah mencuri cium pipi Nana Galang berlari kabur dan dikejar Nana.
****
Kini saatnya makan siang, mama Andini dan papa Putera menuju lantai 2 untuk melihat keadaan Sandra. Mama Andini mencoba mengetuk pintu Sandra tetapi tidak ada sahutan, mama Andini mencoba lagi tetapi hasilnya nihil. Papa Putera menyuruh mama Andini langsung masuk saja agar cepat melihat keadaan Sandra.
Ketika masuk kamar Sandra, mama Andini dan papa Putera mencari Sandra yang tidak ada di kasurnya. Papa dan mama mencoba mencari Sandra ke area Walk in closet dan kamar mandi, papa dan mama Andini dibuat terkejut dengan Sandra yang sudah terkulai lemas di lantai dekat kamar mandi.
"Sandraaaa!!" Teriak mama Andini dan Papa Putera.
Saat ini Galang dan Nana menuju rumah Galang, karena Nana ingin bertemu dengan Sandra. Sampai dalam rumah Galang merasa sepi karena biasanya mamanya berada di dapur atau di ruang tengah ditemani sang papa.
Saat sedang akan bertanya dengan simbok Galang dan Nana mendengar teriakan papa Putera dan Mama Andini begitu juga dengan Simbok. Ketiganya kemudian berlari menuju lantai 2. Saat sampai kamar Sandra, ketiganya kaget saat Sandra dibopong papa Putera menuju kasur.
"Gal telepon dokter Sindy Gal cepat." Perintah mama Andini yang merasa khawatir.
Semua yang berada di kamar Sandra menatap Sandra was - was semua khawatir sampai mereka lupa mengabari Gilang bahwa Sandra pingsan. Sandra sudah sadar, dokter yang sedang memeriksa Sandra kini melihat Sandra tersenyum.
"Apa anda merasa pusing dan mual - mual beberapa hari ini nona?" Tanya sang dokter.
"Iya dokter 3 hari saya sering pusing dan tetapi kalau mual hanya beberapa kali." Ucap Sandra.
"Apa anda sudah datang bulan?" Tanya Dokter.
"Dok..... Bulan ini saya telat." Ucap Sandra yang mulai sadar arah pembicaraan sang dokter.
"Coba ada cek sekarang nona." Dokter memberi Sandra testpack.
Semua yang disana terkejut mendengar penuturan dokter Sindy dan Sandra. Mama Andini yang melihat Sandra akan turun dari ranjang langsung membantunya dibantu Nana.
Setelah beberapa menit Sandra di dalam mandi kini Sandra keluar dengan air mata yang sudah membasahi pipinya.
"Sayang engga papa, mungkin belum." Ucap mama Andini menenangkan Sandra.
"Maaaa.... " Ucap Sandra kemudian memberikan testpack kepada mama Andini.
Mama Andini yang melihat itu langsung ikut menangis dan memeluk Sandra juga mencium Sandra.
"Alhamdulillah. Selamat sayang kamu akan jadi mama." Ucap mama Andini.
"Pa kita akan jadi oma opa Pa." Ucap mama Andini dengan tangisan bahagianya.
"Iya ma, akhirnya ma." Ucap papa Putera.
Papa Putera, Galang, Nana dan mbok Sumi mengucap Alhamdulillah. Nana dan mbok Sumi juga menitikan air mata melihat Sandra kini hamil. Galang kemudian membawa Nana kedalam pelukannya, sedangkan papa Putera memeluk Sandra dan istrinya.
Setelah dokter Sindy memberikan resep dan menyuruh Sandra untuk periksa ke rumah sakit kini dokter Sindy pamit pergi diantar mama Andini dan papa Putera. Saat ini Nana dan Galang sedang menemani Sandra di kamar.
"Selamat ya sahabatku, sebentar lagi jadi mama." Nana memeluk Sandra.
"Makasih ya Na, semoga dia baik - baik saja." Ucap Sandra yang sedang mengelus perutnya.
"Bentar lagi gue jadi uncle dan lo Na jadi auntynya." Ucap Galang antusias.
"Makasih ya uncle." Ucap Sandra sambil tertawa.
"Mau apa sayang?" Tanya mama Andini saat masuk ke kamar Sandra.
"Belum ingin apa - apa ma." Ucap Sandra.
"Bikinin yang hangat - hangat saja ya nak." Ucap papa Putera dan disetujui mama Andini.
"Mmmm aku ingin kalian jangan kasih tahu mas Gilang dulu soal kehamilanku." Pinta Sandra.
"Kenapa kak? Pasti kak Gilang senang dapat kabar ini." Tanya Galang yang penasaran.
"Beberapa hari lagi ulang tahun mas Gilang aku ingin ini menjadi kado untuknya." Ucap Sandra lirih.
"Mama setuju sama kamu, mama mau lihat anak itu menangis." Ucap mama Andini.
****
"Yang tadi mama bilang kamu pingsan. Kenapa yang kamu buat aku khawatir aja tahu engga." Omel Gilang.
"Maaf ya mas, mungkin aku lagi capek." Ucap Sandra pelan.
"Tapi kamu engga kenapa - kenapa kan yang? Mau periksa lagi engga?" Tanya Gilang yang tetap khawatir dengan Sandra.
"Ya Allah mas aku udah diperiksa dan kata dokter Sindy aku kecapekan aja. Udah ya aku baik - baik saja." Sandra menenangkan Gilang.
"Kalau gitu acara syukuran ulang tahun aku engga usah ada ya." Usul Gilang.
"Harus jadi dong mas, aku ingin menjadi bagian syukuran ulang tahun kamu." Ucap Sandra mencoba mempengaruhi Gilang agar jadi acaranya.
"Yaudah jadi tapi kamu engga boleh kelelahan loh. Biar mama sama yang lain yang nyiapin." Final keputusan Gilang.
Setelah bersih - bersih dan makan malam kini Gilang dan Sandra sedang istirahat di kamar. Gilang tidur di paha Sandra. Gilang merasa nyaman dan aman berada di dekat Sandra dan ingin selalu dekat dengan Sandra.
"Manja banget sih mas kamu sekarang." Ucap Sandra saat Gilang menciumi tangannya.
"Engga tahu yang aku inginnya dekat sama kamu." Jelas Gilang.
"Oh ya yang beberapa hari ini aku sering mual di pagi hari terus aku tadi pagi pengin kamu yang masakin." Jelas Gilang kepada Sandra.
Sandra yang mendengar cerita Gilang, Sandra berfikir bahwa Gilang yang mengalami morning sickness dan ngidam.
"Kamu sehat kan mas? Apa perlu kita pergi ke dokter?" Sandra berpura - pura khawatir.
"Sudah baikan ketika dekat kamu yang." Jelas Gilang yang makin memeluk Sandra.
Cklekkkk....
"Yaampun punya bayi besar ya sayang sekarang, maunya nemplok terus." Goda mama Andini kepada Gilang.
"Iya ma manja banget bayi besarnya." Sandra ikut menggoda Gilang.
"Kamu udah minum vitaminnya nak?" Tanya mama Andini.
"Sudah ma." Sandra menjelaskan kepada Gilang tentang vitamin yang ia minum.
"Nih susunya biar dia sehat?" Ucap mama Andini memberi s**u.
"s**u apa itu?dia?" Tanya Gilang kepada Sandra dan sang mama.
"Ahhh s**u biar Sandra cepat sehat, dia itu ya Sandra dong." Mama Andini dengan cepat menjawab pertanyaan Gilang.
"Ohhhh, mau dong ma." Ucap Gilang.
Mama Andini terkejut dengan permintaan Gilang dan akhirnya sang mama membuatkan s**u lagi buat Gilang.