Keenan kini mengibaskan tangannya pada Rendi setelah membuka botol wine dan menuangkannya pada gelas. "Sana obati lukamu. Gara-gara kau tadi membelaku, wajahmu pun menjadi sasaran dari pria berengsek itu. Aku akan membalaskan dendam pada pria itu saat bertemu dengannya nanti." Sama sekali tidak mempedulikan perintah dari Keenan, kali ini Rendi melakukan hal yang sama karena ingin menikmati sensasi kenikmatan wine yang merupakan hadiah dari orang tuanya saat melakukan perjalanan bisnis dari orang tuanya. "Ini hanya luka kecil dan sama sekali tidak berarti apa-apa untukku. Tidak perlu merasa bersalah padaku." Meneguk minuman berwarna merah di tangannya tersebut sedikit demi sedikit hingga membasahi tenggorokannya dan menimbulkan sensasi panas di sana. Keenan yang kini mengamati botol Two

