Persepsi

1313 Kata

Suara teriakan yang menggema di suasana malam, refleks langsung membuat Freya menggelengkan kepala, tanda tidak mempercayai perkataan dari pria yang masih berdiri di tempatnya. Tidak ingin membuat pria yang mengganggu keheningan malam makin berbuat gila dengan berteriak padanya lagi, ia kini terlihat mengarahkan jari telunjuknya pada bibir dan menatap tajam. Kemudian mengibaskan tangan untuk menyuruh pria itu segera masuk ke dalam kamar kosnya lagi. Tentu saja ia tidak bisa menanggapi dengan ikut berteriak karena sadar bisa dianggap sebagai biang onar. 'Rasanya sekarang aku ingin menjitak kepalanya saat ini. Namun, tidak mungkin aku kembali ke sana karena jika banyak tetangga kos melihat, akan menimbulkan asumsi buruk pada kami berdua.' Freya yang berhasil membuat Keenan diam dan tidak

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN