Bukan aku yang berselingkuh

1276 Kata
Saat ini, Freya yang memegang oleh-oleh di tangannya, ingin memarahi sikap Keenan yang tidak sopan karena memberikan pemberian orang lain saat masih ada yang bersangkutan. 'Astaga, tuan muda gadungan ini benar-benar sangat keterlaluan. Apa dia tidak mengecam bangku sekolah mengenai cara menghormati orang? Masa hal sepele saja harus kujelaskan. Aku seperti sedang berhadapan dengan bayi saja, harus dengan sabar menjelaskan.' Puas beragumen sendiri di dalam hati, Freya tidak membuang waktu karena ingin mengajarkan cara menghormati orang dengan bersikap sopan santun. Kini, ia mengembalikan makanan ringan, tak lain adalah keripik pisang tersebut ke tangan Keenan. "Makanan ini diberikan untukmu, Keenan. Jadi, jangan mengecewakan orang lain dengan memberikannya padaku. Lagipula aku sedang diet ketat karena berat badanku naik. Jadi, aku tidak ngemil dan hanya makan nasi. Maklumlah, aku tidak mau gendut dan tidak bisa berlari nanti saat mengejar bis," ujar Freya dengan terkekeh. Keenan yang kini menunduk menatap kantong plastik berisi camilan itu, kini beralih melirik ke arah sosok pria yang baru saja dijumpainya. "Sepertinya niat baikmu dan juga aku tidak diterima oleh wanita ini. Padahal tadi aku sebelumnya sudah meminta izin padamu, kan. Namun, wanita ini sepertinya benar-benar merasa sungkan padamu, sehingga tidak berani menerimanya." Jack yang dari tadi masih berdiri di tempatnya karena saat ia ingin pergi dari hadapan dua insan berbeda kasta tersebut, tidak jadi melakukannya saat melihat tanggapan wanita dengan nama Freya itu. "Sebenarnya tidak masalah karena aku sudah memberikan itu dan sudah menjadi haknya. Jadi, dia bebas melakukan apapun pada miliknya. Seperti yang dilakukan tadi saat memberikannya padamu, nona. Namun, aku tidak bisa membantumu saat mengetahui sedang dalam masa menjaga bentuk badan. Bagiku, itu adalah hal yang wajar dan tidak bisa menolongmu saat sedang berdiet." Belum selesai menjelaskan, Jack mengarahkan tangannya pada pundak kokoh pria yang menjadi incaran dari cinta pertamanya. "Kau harus mengerti, bahwa kaum wanita selalu menjaga berat badannya sebelum menikah karena ingin terlihat menarik di mata lawan jenis." Sementara itu, Keenan yang kini tidak sependapat dengan perkataan dari pria di sebelah kirinya hanya geleng-geleng kepala. "Bagiku, itu adalah persepsi yang salah." Kalimat ambigu dari Keenan, refleks membuat Jack memicingkan mata dan ber-sitatap dengan manik kecoklatan sosok wanita yang berdiri tak jauh dari hadapannya. "Apa maksudmu dengan mengatakan salah?" Begitu juga dengan Freya yang merasa sangat penasaran dengan kalimat ambigu dari Keenan. Seperti pikiran kebanyakan para wanita yang menganggap bentuk tubuh adalah sebuah aset berharga sebelum menikah dan harus dijaga, agar mendapatkan calon suami yang sesuai dengan standar dan ekspektasi. Jika kebanyakan para wanita memimpikan mendapatkan seorang pria yang sempurna dimulai dari wajah, tubuh dan terakhir segi kekayaan. Namun, Freya tidak muluk-muluk dalam memberikan standar mengenai kriteria calon suami. Kalau masalah fisik, ia memang tidak munafik karena bermimpi mendapatkan sosok pria yang tidak jelek alias tampan karena menurutnya, cinta datang berawal dari mata terlebih dahulu dan kebersamaan yang lama-kelamaan meluluhkan hati dan menimbulkan benih-benih cinta seperti yang dirasakannya pada Harry. Selain itu, ada satu hal yang diimpikan oleh para wanita mengenai calon suami, yaitu berharap mendapatkan pria mapan, agar tidak hidup menderita setelah menikah. Namun, ia sama sekali tidak pernah berpikir seperti kebanyakan wanita karena menginginkan pria sederhana yang akan berjuang bersama mulai dari nol hingga menuju kesuksesan setelah hidup berumah tangga. Baginya, itu jauh lebih membanggakan karena menjadi saksi dari kesuksesan pasangan. "Sebenarnya apa maksudmu dengan salah kaprah, Keenan? Apakah kau ingin mengejekku?" Lagi-lagi, Keenan yang bisa melihat raut wajah masam itu, kini tidak membuang waktu dan mulai mengatakan sesuatu di kepalanya. "Bukan, aku sama sekali tidak pernah berniat untuk mengejekmu." "Hanya ingin mengubah mindset di pikiran para wanita lajang sepertimu. Jika nanti sudah menjadi seorang istri, jangan berhenti untuk menjaga bentuk badanmu karena yang sering terjadi adalah, wanita yang sudah bersuami merasa sudah laku dan tidak lagi menjaga penampilannya." "Saat masih gadis, body bak gitar spanyol, tetapi setelah melahirkan, tidak lagi mempedulikan bentuk tubuhnya karena beralasan sudah laku dan sibuk mengurus rumah tangga. Hal itulah yang menjadikan para istri beralasan tidak sempat lagi menjaga badan. Bukankah nanti para suami akan melirik wanita yang lebih seksi dari istrinya? Kemudian, kamu pasti tahu apa yang terjadi setelahnya." Niat baik Keenan untuk memperjelas pemikirannya pada Freya sebenarnya adalah sebuah kode. Bahwa ia ingin Freya tahu bahwa saat berhasil memperistri wanita di hadapannya, menginginkan keinginannya dipenuhi. Hal yang ada di pikirannya adalah ingin wanitanya selalu terlihat cantik saat berstatus sebagai istri seorang CEO perusahaan besar. Di sisi lain, Jack yang sudah mengerti mengenai kehidupan dalam berumah tangga, hanya bisa mengumpat kebodohan Keenan. Pria yang dianggapnya tidak tahu apa-apa karena belum menjalani biduk rumah tangga yang tidak semanis ekspetasi orang yang belum menikah. 'Kau adalah pria bodoh sok tahu yang hanya mempermalukan diri sendiri, Keenan. Saat wanita lebih mempedulikan kebahagiaan anak dan pekerjaan rumah tangga hingga tidak sempat mengurus diri, kau pasti tidak akan pernah berbicara seperti itu pada seorang wanita. Dasar bodoh!' Freya yang dari tadi fokus mendengarkan penjelasan Keenan, sebenarnya membenarkan semua perkataan dari pria itu. Ia memang sering melihat bahwa kaum wanita kebanyakan memiliki tubuh melar setelah menikah dan mempunyai anak. Akan tetapi, ia sama sekali tidak pernah menyalahkan hal itu karena menganggap bahwa itu terjadi karena tak lain adalah ulah dari sang suami. Menurutnya, jika suami bisa memberikan uang banyak untuk merawat tubuh, pasti akan berbeda. Hal yang sempat terlintas di pikirannya adalah daripada menghamburkan uang hanya untuk merawat diri, lebih baik ia tabung untuk masa depan. Meskipun ia memiliki keinginan untuk selamanya menjaga bentuk tubuhnya sampai menikah dan mempunyai anak, agar sang suami kelak tidak seperti yang dikatakan oleh Keenan, yaitu melirik para wanita dengan body seksi. Masih tidak menyembunyikan kekesalannya. "Sepertinya kisah layangan putus akan merajalela di dunia ini karena dipenuhi oleh pria b******n sepertimu, Keenan. Aku tahu penampilan fisik memang sangat penting, tetapi bukan berarti perselingkuhan terjadi karena tidak merasa puas dengan pasangan yang telah berubah." "Bagiku, hanya pria rendahan yang berani untuk berselingkuh dengan w************n karena wanita yang mau dengan suami orang itu sangatlah tidak bermoral dan menjijikkan. Jika suatu saat nanti kau menikah dan istrimu berubah gendut setelah melahirkan darah dagingmu, aku berharap kau membusuk di neraka, Keenan!" Entah mengapa, ia merasa sangat kesal saat memikirkan para suami yang berani berbuat selingkuh di belakang istri. Sementara istri selalu sibuk dengan kegiatannya yang tanpa lelah mengurus keluarga dan hanya berharap menjadi amal ibadah yang berpahala. Apalagi ia sempat mendengarkan pembahasan dari film yang sedang viral, menceritakan tentang seorang suami yang berselingkuh hingga menikah diam-diam tanpa sepengetahuan sang istri. Meskipun ia sama sekali tidak pernah tertarik untuk melihat filmnya, tetapi telinganya panas saat beberapa teman-teman sekantornya selalu membahas tentang hal itu. Baginya, tidak ada maaf untuk pengkhianat dan seseorang yang berani berselingkuh hanyalah orang rendahan yang sudah siap kehilangan pasangannya. Freya kini melangkahkan kaki jenjangnya menuju ke arah tempat kos saat merasa emosi dengan perkataan Keenan yang dianggapnya sangat keterlaluan. 'Sepertinya dia adalah pria yang hobi berselingkuh dan selalu mengutamakan penampilan fisik semata tanpa melihat kebaikan hati seorang wanita. Mungkin karena itulah dia menyembunyikan nomor asli dengan mendaftarkan nomor dengan kode luar negeri.' Refleks Keenan menepuk jidatnya berkali-kali saat merutuki kebodohannya hingga membuatnya kembali menjadi seorang pria buruk di mata Freya. 'Sial! Kenapa aku selalu tidak bisa memfilter perkataanku sendiri? Sekarang Freya sangat marah, kan! Astaga, bertambah lagi nilai negatif dari diriku di hadapan wanita yang sangat ingin kujadikan istri.' Baru saja ia selesai bergumam sendiri di dalam hati sambil mengamati siluet sosok wanita yang saat ini berjalan makin menjauh dari hadapannya. Refleks ia langsung berteriak untuk mencoba mengurai kesalahpahaman. "Freya, aku bukanlah pria seperti itu karena selama ini selalu setia pada pasanganku." 'Asal kau tahu, bukan aku yang berselingkuh, tetapi wanita yang sangat kucintai dan kupercaya telah menusukku dari belakang. Seandainya kau mengetahuinya, apa kira-kira tanggapanmu? Mungkin kau akan merasa kasihan padaku.' To be continued...
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN